Jadi Saksi Kebakaran, Cleaning Service Kejagung Diperiksa Pakai Detektor Kebohongan

Kiswondari, Sindonews · Kamis 24 September 2020 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 337 2283208 jadi-saksi-kebakaran-cleaning-service-kejagung-diperiksa-pakai-detektor-kebohongan-P3H9Q1f3w0.jpeg Kebakaran Gedung Kejagung. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Jaksa Agung Muda Tindak Pindana Umum (Jampidum), Fadil Zumhana mengungkap perkembangan pengungkapan kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung), akhir Agustus 2020.

Pihaknya sudah mengerahkan 131 saksi untuk dikulik keterangannya di Mabes Polri, salah satunya adalah petugas kebersihan Kejagung yang memiliki akses ke lantai 6 Gedung Utama. Saksi diperiksa dengan lie detector atau pendeteksi kebohongan.

“Kami mengerahkan saksi-saksi yang diperlukan penyelidik ketika itu untuk mengungkap adanya peristiwa pidana di situ. Sampai selesainya penyelidikan ini, 131 saksi kami kerahkan seluruhnya, siapapun yang diminta penyelidik Mabes Polri kami izinkan dan kami dukung, bahkan kami dampingi di sana, sampai cleaning service kami dampingi supaya yang bersangkutan memberikan keterangan yang terang dan jujur,” kata Fadil secara virtual dalam Rapat Kerja Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2020). 

Fadil menjelaskan, pihaknya meminta Mabes Polri mengungkap pelaku tindak pidana ini, baik sengaja atau akibat kealpaan. Dari gelar perkara itu, penyelidik menyampaikan bahwa ada bukti permulaan yang cukup, sehingga dinaikan ke penyidikan. 

Gedung Kejagung terbakar.

“Dan kami memahami dan kami menyetujui langkah penyidik itu, bahkan kami apreasiasi karena kami tunggu juga siapa pelaku tindak pidana ini,” ujarnya. 

Baca juga: Jaksa Agung Bakal Serahkan Oknum Internal yang Terlibat Kebakaran Gedung 

Fadil mengungkap bahwa petugas itu bernama Joko, yang memang beberapa kali diperiksa. Dia bahkan diperiksa menggunakan lie detector.

Fadil juga membenarkan bahwa petugas kebersihan itu memiliki akses ke lantai 6 Gedung Utama Kejagung. Soal saldo rekeningnya yang mencapai Rp100 juta, pihaknya akan mendalami soal aliran dana tersebut.

Baca juga: Jaksa Agung Beberkan Soal Kebakaran Gedung ke Komisi III DPR 

“Ketika proses penyelidikan itu ada dilaporkan ke jaksa yang saya tunjuk, tapi ini dalam proses penyidikan kita dalami itu uang apa dan dari mana nanti itu akan kami bongkar karena kemarin proses penyelidikan, belum pro justitia, ketika penyidikan ini kami minta dari penyidik ungkap itu darimana uangnya,” tandasnya. (qlh)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini