Share

Simulasi Gempa & Tsunami untuk Waspada Bukan Nakut-nakutin

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Kamis 24 September 2020 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 337 2283158 simulasi-gempa-tsunami-untuk-waspada-bukan-nakut-nakutin-O2vvnTPsAL.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar rapat persiapan kegiatan Indian Ocean Wave Exercise 2020 (IOWave20) bersama tim fasilitator dan observer IOWave20, Kamis (24/9/2020). Nantinya bakal dilakukan simlasi dalam menghadapi gempa dan tsunami bagi mereka yang tinggal di pesisir agar masyarakat lebih waspada.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, kegiatan ini rutin digelar setiap tahunnya. IOWave20 sendiri akan berlangsung 6 Oktober 2020.

Dia mengatakan, IOWave20 akan dilakukan ke arah selatan di Pulau Jawa. Sehingga, BPBD dan Basarnas yang ada daerah-daerah yang mempunyai garis pantai bisa mengikuti acara tersebut untuk memperbaiki dan kesiapsiagaan terhadap risiko terjadinya gempa dan tsunami.

"Di Jawa Timur dan Jawa Barat kejadian sama. Ini sudah direncanakan jauh-jauh hari bukan menakut-nakutin. Tapi ini kesiapsiagaan kita. Ancaman gempa dan tsunami itu selalu mengintai kita," kata Rahmat saat menggelar zoom meeting di acara IOWave20, Kamis (24/9/2020).

Dia menjelaskan, selama ini belum ada ahli yang mampu memprediksi magnitudo (M) atau kekuatan dari gempa bumi.

Rahmat pun mencontohkan kegagalan Jepang dalam memprediksi kekuatan terjadinya gempa pada 2010. Kala itu, Jepang sudah membangun tembok-tembok untuk melindungi wilayahnya dari tsunami.

"Saat itu diprediksi M8 tapi M9 dan dengan mudahnya dilampaui dengan tsunami. Tapi bangunan tembok memang kokoh," dia.

Baca Juga: Heboh Habib Rizieq Meninggal Tertabrak Unta, FPI: Kerjanya Cuma Hina Ulama Saja di Medsos!

Skenario IOWave20 adalah Java Trench M9 dan menimbulkan tsunami. Skenario bencana ini dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB.

BMKG akan menyampaikan informasi terjadinya peringatan dini tsunami di garis pantai selatan Jawa melalui sistem peringatan dini dengan peralatan Warning Receiver System New Generation (WRS New-Gen), email, telepon, hingga whatsapp.

"Manusia harus belajar dari masa lalu. Jangan sampai event ini buat kepanaikan tapi untuk kesiapsiagaan kita," ujarnya.

Rahmat menambahkan, BMKG akan menyampaikan peringatan dini kepada wilayah-wilayah yang terdampak tsunami akibat gempa M9 tersebut.

Nantinya, lanjut dia, BNPB dan Basarnas yang menggelar simulasi bencana tersebut akan mengevakuasi warga untuk menjauhi bibir pantai dengan mencari lokasi yang aman.

"Di tengah pandemi ini tetap harus kumpul dulu. Tidak boleh seperti isolasi atau berdiam diri di rumah jika ada bencana. Setelah dievakuasi pada satu titik, baru nanti BNPB yang mengatur penerapan protokol kesehatannya," jelas dia.

BMKG juga akan terus menyampaikan peringatan dini tsunami dari waktu ke waktu. Dalam simaluasi bencana tersebut setiap informasi yang disampaikan BMKG langsung dilaporkan kepada bupati, wali kota, hingga gubernur.

BMKG juga akan terus melaporkan sampai peringatan bencana tsunami telah berakhir. "Saya harap bapak ibu mengikuti semua rangkaian ini. Juga Basarnas jangan sampai kita belum nyatakan berakhir sudah turun ke lapangan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini