Kementerian PPPA Susun Protokol Kesehatan Covid-19 di Keluarga

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 24 September 2020 13:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 337 2283019 kementerian-pppa-susun-protokol-kesehatan-covid-19-di-keluarga-WFsjY3w133.jpeg Menteri PPPA Bintang Pusoayoga (Foto : Huimas Kementerian PPPA)

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Puspayoga mengumumkan dalam waktu dekat akan membuat protokol kesehatan pencegahan corona di keluarga. Ini dilakukan bersama Satgas Covid-19 menyusulnya banyaknya klater yang berasal dari rumah tangga.

"Pada kesempatan ini juga kami sampaikan dalam waktu segera kami Kementerian PPPA akan melaksanakan koordinasi dengan satgas untuk membuat protokol kesehatan keluarga untuk mencegah infeksi covid di dalam dan di luar rumah," ujar Bintang saat jumpa pers secara virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Bintang menuturkan, meningkatnya kluster keluarga dalam penyebaran virus corona disebabkan oleh adanya anggota keluarga yang terpapar ketika berada di luar rumah. Ketika mereka kembali ke rumah, protokol kesehatan tidak dijalankan dengan baik.

"Kenapa klaster keluarga meningkat, tidak menutup kemungkinan terpaparnya, ketika ayah atau ibu bekerja di luar rumah. Ini hal penting yang harus diperhatikan saat masuk rumah saya sarankan bersih-bersih badan, barulah berinteraksi dengan keluarga," tuturnya.

Bintang menyampaikan Kementerian PPPA akan segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dalam waktu dekat, untuk menyusun protokol kesehatan keluarga. "Dan harapan kami protokol kesehatan keluarga ini dapat dilakukan bila anggota keluarga terinfensi. Langkah apa yang harus dilakukan," ucapnya.

Baca Juga : Klaster Keluarga Covid-19, Pemerintah: Tetap Pakai Masker di Rumah

Selain itu, Bintang Puspayoga juga mengimbau anggota keluarga menghindari pertemuan-pertemuan besar antar anggota keluarga lainnya. Ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

"Kami sarankan di masa pandemi ini untuk mengurangi atau menghindari pertemuan-pertemuan kepada keluarga besar secara offline. Di situasi pandemi ini kita sudah diperkenalkan pertemuan daring atau virtual. Kalau seandainya ada hajatan. Salah satu contoh yang sederhana, seperti ulang tahun. Kami imbau, hindari secara offline, tapi bisa dilakukan secara daring," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini