5 Fakta yang Terungkap dalam Sidang Dakwaan Jaksa Pinangki

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 24 September 2020 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 337 2282783 5-fakta-yang-terungkap-dalam-sidang-dakwaan-jaksa-pinangki-5upTgxXhfh.jpg Terdakwa kasus suap dan gratifikasi Jaksa Pinangki Sirna Malasari menjalani persidangan di PN Jakpus, Jakarta, Rabu (23/9/2020). (Foto : Sindo/Sutikno)

JAKARTA – Tersangka kasus dugaan suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Pinangki Sirna Malasari telah menjalani sidang dakwaan terkait pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu 22 September 2020.

Okezone mencoba merangkum beberapa fakta yang terungkap di sidang dakwaan Pinangki Sirna Malasari tersebut :

1. Didakwa Terima Uang 500 Ribu Dollar dari Djoko Tjandra

Jaksa Pinangki Sirna Malasari didakwa menerima uang 500 ribu USD dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa di Mahkamah Agung (MA). Hal itu tersebut disampaikan Jaksa dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020).

“Terdakwa Pinangki Sirna Malasari telah menerima pemberian atau janji berupa uang USD 500.000 dari sebesar USD 1.000.000 yang dijanjikan Joko Soegiarto Tjandra sebagai pemberian fee dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya," ujar Jaksa Penuntut Umum dalam membacakan surat dakwaan.

Tersangka kasus suap dan gratifikasi, Jaksa Pinangki Sirna Malasari saat menjalani sidang dakwaan di PN Jakpus, Jakarta, Rabu (23/9/2020). (Sindo/Sutikno)

2. Action Plan Djoko Tjandra Terungkap Nama Burhanuddin dan Hatta Ali

Jaksa penuntut umum pada sidang untuk terdakwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari mengungkap 'action plan' terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung agar pidana penjara yang dijatuhkan kepada Djoko Soegiarto Tjandra tidak bisa dieksekusi.

Jaksa menyebut ada nama pejabat Kejaksaan Agung bernama Burhanudin (BR). Burhanudin nantinya dikirimi surat dari pengacara dalam hal ini Anita. Yang dimaksudkan Pinangki sebagai surat permohonan fatwa MA dari pengacara kepada Kejaksaan Agung untuk diteruskan kepada MA.

"Penanggung jawab action ini adalah Andi Irfan dan Anita yang akan dilaksanakan pada 24-25 Februari," kata Jaksa

Lalu, dalam action ketiga Burhanudin nantinya mengirimkan surat kepada Hatta Ali (HA) atau pejabat MA. Yang dimaksudkan Pinangki sebagai tindak lanjut surat dari pengacara tentang permohonan fatwa MA. Penanggung jawab action tersebut adalah Andi Irfan dan Pinangki yang akan dilaksanakan pada 1 Maret 2020.

3. Jaksa Pinangki Tukar Uang Suap Lewat Suami hingga Sopir

Jaksa Pinangki Sirna Malasari dijerat dakwaan pencucian uang suap yang diterimanya dari terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra alias Djoko Soegiarto Tjandra. Hal ini terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Jaksa menyebut pada periode 2019-2020 Pinangki sempat akan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang berasal dari Djoko Tjandra dengan cara menukarkan uang US$337.600 money changer atau senilai Rp4,7 miliar.

Pertama, Pinangki memerintahkan sopirnya bernama Sugiarto untuk menukarkan mata uang dolar Amerika (USD) dengan perintah setiap kali penukaran tidak boleh melebihi jumlah Rp500 juta dengan maksud agar tidak terpantau Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Selanjutnya, Sugiarto menukarkan mata uang USD tersebut di PT Tri Tunggal Devalas (Tri Tunggal Money Changer) di Blok M Plaza Lantai 2, Jakarta, dengan rincian periode 27 November 2019 sampai dengan 10 Maret 2020.

Lalu, penukaran uang suap Pinangki lainnya kepada suaminya sendiri AKBP Napitupulu Yogi Yusuf. AKBP Napitupulu diminta Pinangki juga untuk menukarkan mata uang USD (dolar Amerika Serikat). Selanjutnya Napitupulu memerintahkan stafnya yang bernama Beni Sastrawan untuk ke apartemen Pakubuwono dan menemui sopir Pinangki yang bernama Sugiarto untuk menukarkan mata uang USD tersebut.

4. Uang Suap Digunakan Pinangki untuk Beli BMW hingga Perawatan Kecantikan

Jaksa penuntut umum mengungkapkan fakta baru terdakwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari selain menukarkan uang suap dari Djoko Soegiarto Tjandra ke money changer. Jaksa Pinangki membelanjakan uang tersebut untuk membeli mobil mewah hingga pembayaran dokter kecantikan.

"Bahwa terdakwa telah melakukan penukaran mata uang dolar Amerika Serikat hingga mencapai sejumlah USD 337.000 menjadi mata uang rupiah sejumlah Rp 4.753.829.000 atau setidak-tidaknya sekitar jumlah tersebut, kemudian terdakwa pada periode 30 November 2019 sampai dengan Juli 2020 membelanjakan untuk keperluan pribadi terdakwa," ujar Jaksa Penuntut Umum dalam membacakan dakwaannya, Rabu (23/9/2020).

Baca Juga : Proposal Pinangki Catut Nama Jaksa Agung dan Mantan Ketua MA

5. Jaksa Pinangki Akan Ajukan Eksepsi

Tim pengacara terdakwa Pinangki Sirna Malasari akan mengajukan eksepsi atas dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan pekan depan. Ada beberapa poin dakwaan yang dinilai tidak sesuai dengan fakta hukum yang ada.

Pengacara Pinangki, Aldrus Napitupulu mengatakan, dakwaan yang dianggap janggal tertera pada poin satu dan tiga. Sebab, terdakwa disebut menerima dari Djoko Tjandra dan akan memberi uang ke pejabat Kejaksaan Agung dengan jumlah yang sama.

"Menurut kami cukup aneh ketika terdakwa dituduh sebagai penerima tapi dituduh juga sebagai pemberi. Itu yang akan menjadi salah satu poin keberatan kami," kata Aldrus di PN Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020).

Baca Juga : Pinangki Sangkal Dakwaan Jaksa soal Uang USD500 Ribu

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini