Peristiwa 24 September: Tragedi Semanggi II

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 24 September 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 337 2282779 peristiwa-24-september-tragedi-semanggi-ii-CUxwwOzAhB.jpg Orangtua korban Tragedi Semanggi tuntut keadilan. (Dok Okezone)

JAKARTA - Berbagai peristiwa dan penting dan bersejarah terjadi pada 24 September. Untuk mengingatnya kembali, Okezone merangkum beberapa peristiwa yang terjadi 24 September mengutip dari wikipedia sebagai berikut:

1664 - Belanda menyerahkan Amsterdam Baru (Nieuw Amsterdam) kepada Inggris

New Amsterdam/Amsterdam Baru adalah nama dari daerah pemukiman berbenteng di koloni Provinsi Belanda Baru pada abad ke-17 yang selanjutnya menjadi New York City.

Kota ini didirikan pada 1625 oleh Perusahaan Hindia Barat Belanda, terletak di ujung selatan Pulau Manhattan yang strategis dan dimaksudkan untuk melindungi jalur masuk usaha perdagangan bulu yang dikuasai perusahaan tersebut di Lembah Hudson

New Amsterdam berkembang menjadi daerah pemukiman kolonial Belanda terbesar di Amerika Utara dan berada di kekuasaannya hingga tahun 1664, ketika jatuh untuk sementara waktu ke tangan Inggris. Belanda merebutnya kembali pada tahun 1673 dan menamakannya "Nieuw Oranje" (bahasa Inggris: "New Orange"), tetapi tak lama kemudian menyerahkannya kembali secara permanen ke tangan Inggris pada 1674. Tahun didirikannya kota ini 1625 diperingati dalam Lambang Resmi Kota New York (sebelumnya tercantum tahun 1664, tahun pembentukannya oleh pihak Inggris).

1960 - Hari Tani Nasional

Hari Tani Nasional dirayakan setiap tanggal 24 September, terutama oleh para petani di seluruh Indonesia.

Tanggal 24 September ditetapkan sebagai pengingat bahwa pada tanggal itu di tahun 1960 silam, Presiden RI Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960).

1973 - Guinea-Bissau menyatakan kemerdekaan dari Portugal

Guinea-Bissau adalah sebuah negara yang berada di Afrika Barat. Negara ini berbatasan dengan Senegal di utara dan Guinea di sebelah selatan dan timur, dan Samudera Atlantik di sebelah barat. Negara ini memiliki wilayah seluas 36.125 kmĀ² dengan populasi sekitar 1.600.000 jiwa.

1999 - Tragedi Semanggi II: Yun Hap, mahasiswa UI tewas tertembak

Tragedi Semanggi merujuk pada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa MPR yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Peristiwa pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998, masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil.

Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan 11 orang lainnya di seluruh Jakarta serta menyebabkan 217 korban luka-luka.

Baca Juga : Kasus Positif Kembali Pecah Rekor, Epidemiolog : Belum Masuk Puncak Pandemi Covid-19

Pada 24 September 1999, aparat melakukan aksi represif terhadap aksi-aksi mahasiswa.

Kala itu, adanya pendesakan oleh pemerintahan transisi untuk mengeluarkan Undang-Undang Penanggulangan Keadaan Bahaya (UU PKB) yang materinya menurut banyak kalangan sangat memberikan keleluasaan kepada militer untuk melakukan keadaan negara sesuai kepentingan militer.

Oleh karena itulah mahasiswa bergerak dalam jumlah besar untuk bersama-sama menentang diberlakukannya UU PKB. Mahasiswa dari Universitas Indonesia, Yun Hap meninggal dengan luka tembak di depan Universitas Atma Jaya.

Baca Juga : Agen Mobil di Medan Dibunuh dan Dibuang ke Jurang, Seorang Oknum TNI Terlibat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini