Presiden Jokowi: PBB Bukan Sekadar Gedung di Kota New York

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 23 September 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 337 2282288 presiden-jokowi-pbb-bukan-sekadar-gedung-di-kota-new-york-WWrjyQKSla.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato pada Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam sidang virtual itu, Jokowi menyinggung banyak hal, mulai dari soal konflik hingga kondisi dunia yang sedang menghadapi pandemi Covid-19.

"Yang Mulia, melihat situasi dunia sekarang ini izinkan saya menyampaikan beberapa pemikiran. Pertama, PBB harus senantiasa berbenah diri, melakukan reformasi, revitalisasi, dan efisiensi," ucap Jokowi dalam pidatonya berbahasa Indonesia secara virtual, Rabu (23/9/2020).

Presiden Jokowi meminta PBB membuktikan bahwa kerja sama internasional di tengah krisis Covid-19 dapat berjalan sehingga solidaritas kemanusiaan dapat terwujud. "PBB harus dapat membuktian bahwa multilateralism delivered, termasuk pada saat terjadinya krisis," imbuhnya.

PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menjawab tantangan global. Semua negara yang tergabung dalam organisasi ini, kata Jokowi, juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat PBB agar tetap relevan dan kontributif terhadap persoalan dunia.

"PBB bukanlah sekadar sebuah gedung di kota New York, tapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus. Indoensia memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan terhadap PBB dan multilateralisme adalah satu satunya jalan yang dapat memberikan kesetaraan," tutur dia.

Baca Juga: Presiden Jokowi Soroti Masalah Kedaulatan Wilayah di Sidang Umum PBB

Kedua, ditambahkan Jokowi, kepemimpinan kolektif dunia harus diperkuat kendati masing-masing negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya. Namun, ia mengingatkan agar tiap negara punya tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas dunia sehingga kesejahteraan bisa diraih.

"Kedua, collective global leadership harus diperkuat," tukasnya.

Menurut Jokowi, peran PBB amat penting untuk memperkokoh kepemimpinan kolektif dunia. Pasalnya, saat ini dunia membutuhkan kolaborasi untuk mewujudkan hubungan yang lebih baik.

Ketiga, kerja sama dalam penanganan Covid-19 harus diperkuat, baik dari sisi kesehatan serta sosial dan ekonomi. Ia juga menyebut vaksin akan menjadi game changer dalam perang melawan pandemi global ini.

"Kita harus bekerja sama untuk memastikan, bahwa semua negara mendapatkan akses setara terhadap vaksin yang aman dan dengan harga terjangkau. Untuk jangka panjang tata kelola ketahanan kesehatan dunia harus lebih diperkuat," katanya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Indonesia Bersama Negara ASEAN Komitmen Jaga Perdamaian Kawasan

Jokowi menegaskan, bahwa ketahanan kesehatan dunia yang berbasis pada ketahanan kesehatan nasional akan menjadi penentu masa depan dunia. Sementara itu dari sisi ekonomi, reaktivasi sektor ini secara bertahap harus mulai dilakukan dengan melakukan koreksi terhadap kelemahan-kelemahan global supply chain yang ada. Aktivasi ekonomi harus memprioritaskan kesehatan warga dunia.

"Dunia yang sehat dunia yang produktif harus menjadi prioritas kita. Semua itu dapat tercapai jika semua bekerja sama. Mari kita memperkuat komitmen dan konsisten menjalankan komitmen untuk selalu bekerja sama," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini