Presiden Jokowi Minta PBB Mereformasi Diri

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 23 September 2020 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 337 2282244 presiden-jokowi-minta-pbb-mereformasi-diri-FiNWXmKul1.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato di Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berpesan agar PBB mereformasi diri supaya bisa responsif menyelesaikan tantangan global. Semua negara anggota PBB memiliki tanggung jawab untuk memperkuat PBB. 

"PBB harus senantiasa berbenah diri, melakukan reformasi, revitalisasi, dan efisiensi. PBB harus dapat membuktian bahwa multilateralism delivered, termasuk pada saat terjadinya krisis. PBB harus lebih responsif dan efektif dalam menyelesaikan berbagai tantangan global," ujar Jokowi saat Sidang Umum ke-75 PBB secara virtual, Rabu (23/9/2020).

"Dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk memperkuat PBB agar PBB tetap relevan dan semakin kontributif sejalan dengan tantangan zaman," tambahnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Soroti Masalah Kedaulatan Wilayah di Sidang Umum PBB

Jokowi menegaskan, PBB bukanlah sekadar gedung yang berdiri di kokoh di Kota New York, Amerika Serikat. PBB, kata Jokowi, adalah sebuah cita-cita untuk mewujudkan perdamaian dunia.

"PBB bukanlah sekadar sebuah gedung di kota New York, tapi sebuah cita-cita dan komitmen bersama seluruh bangsa untuk mencapai perdamaian dunia dan kesejahteraan bagi generasi penerus. Indonesia memiliki keyakinan yang tidak tergoyahkan terhadap PBB dan multilateralisme dan multilatealisme adalah satu-satunya jalan yang dapat memberikan kesetaraan," tuturnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi: Indonesia Bersama Negara ASEAN Komitmen Jaga Perdamaian Kawasan

Selain itu, PBB juga harus memerkuat kepemimpinan kolektif global. Meskipun tiap negara selalu memperjuangkan kepentingan nasionalnya, namun negara tersebut juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian dunia.

"Di sinilah dituntut peran PBB untuk memperkokoh collective global leadership. Dunia membutuhkan spirit kolaborasi dan kepemimpinan global yang lebih kuat untuk mewujudkan dunia yang lebih baik," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini