Presiden Jokowi Soroti Masalah Kedaulatan Wilayah di Sidang Umum PBB

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 23 September 2020 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 23 337 2282229 presiden-jokowi-soroti-masalah-kedaulatan-wilayah-di-sidang-umum-pbb-U3K61xiB8U.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti perdamaian dunia yang belum terwujud meski PBB telah berusia 75 tahun. Disinggung pula soal penghormatan terhadap kedaulatan wilayah yang kerap tidak diindahkan.

"Tahun ini genap 75 tahun usia PBB, 75 tahun yang lalu PBB dibentuk agar perang besar, perang dunia II tidak terulang kembali. 75 tahun lalu PBB dibentuk agar dunia bisa lebih damai, stabil, dan sejahtera," ujar Jokowi dalam pidatonya berbahasa Indonesia, Rabu (23/9/2020).

Baca Juga:  Sidang PBB, Jokowi: Semua Negara Berhak Dapat Vaksin Corona dengan Harga Terjangkau

Menurut Jokowi, perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Tak ada artinya sebuah kemenangan dirayakan di tengah kehancuran. Tidak ada artinya pula menjadi kekuatan ekonomi terbesar di tengah dunia yang tenggelam.

"Pimpinan sidang yang terhormat, di usia PBB yang ke 75 ini kita patut bertanya, apakah dunia yang kita impikan tersebut sudah tercapai? Saya kira jawaban kita sama, belum," ungkapnya.

Jokowi melihat konflik masih terjadi di berbagai belahan dunia. Kemiskinan, dan bahkan kelaparan masih terus dirasakan. "Prinsip-prinsip piagam PBB dan hukum internasional kerap tidak diindahkan, termasuk penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah," tandas dia.

Baca Juga:  Presiden Jokowi: Indonesia Bersama Negara ASEAN Komitmen Jaga Perdamaian Kawasan

Ia prihatin melihat situasi ini. Apalagi, hal ini masih juga terjadi di tengah pandemi corona. Seharusnya negara di belahan dunia bersatu padu mengalahkan wabah ini, bukan justru menciptakan rivalitas yang tidak berujung.

"Kita semua prihatin melihat situasi ini. Keprihatinan kita menjadi semakin besar di saat pandemi Covid-19 ini. Di saat kita semua bersatu padu, bekerja sama melawan pandemi, yang justru kita lihat adalah masih terjadinya perpecahan dan rivalitas yang semakin menajam. Padahal, kita seharusnya bersatu padu, selalu menggunakan pendekatan win win pada hubungan antarnegara yang saling menguntungkan," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini