Wacana Perubahan Definisi Kematian Akibat Covid-19, Satgas: Masih Merujuk WHO

Dita Angga R, Sindonews · Selasa 22 September 2020 23:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 337 2282118 wacana-perubahan-definisi-kematian-akibat-covid-19-satgas-masih-merujuk-who-tp0CukDW1P.jfif Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (BNPB)

JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan definisi kematian akibat Covid-19 masih merujuk pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini disampaikan Wiku menyusul adanya wacana perubahan definisi kematian akibat Covid-19.

“Terkait wacana definisi kematian akibat Covid, perlu kami sampaikan bahwa pemerintah Indonesia menggunakan definisi kematian Covid-19 merujuk pada acuan dari WHO,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (22/9/2020).

Dia mengatakan acuan dari WHO tersebut dituangkan di dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/413/2020.

“Yang prinsipnya kasus kematian yang dilaporkan adalah kasus konservasi maupun probable Covid-19. Kasus probable itu adalah suspek dengan ISPA berat, ARDS dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19, dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium PCR,” ujarnya.

Menurut Wiku apa yang dilakukan Indonesia juga dilakukan beberapa negara. Salah satunya Amerika Serikat yang menghitung kematiannya berdasarkan baik probable dan suspek.

“Mereka membedakan dalam mengategorisasi pencatatannya. Sedangkan contoh lain yaitu Inggris hanya memasukkan pasien yang terbukti positif Covid-19 melalui tes dalam pencatatan kematian,” ujarnya.

“Angka kematian rata-rata dunia adalah gabungan dari berbagai pencatatan yang ada di dunia yang juga ada variasinya. Pada saat ini pemerintah Indonesia belum ada wacana untuk melakukan perubahan seperti yang diusulkanh Gubernur Jawa Timur,” tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini