Indonesia Bisa Jadi Episentrum Covid-19, Epidemiolog UGM: Mobilitas Penduduk Harus Dibatasi

Kuntadi, Koran SI · Selasa 22 September 2020 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 337 2282034 indonesia-bisa-jadi-episentrum-covid-19-epidemiolog-ugm-mobilitas-penduduk-harus-dibatasi-Wl9igsBMeH.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

YOGYAKARTA – Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Riris Andono Ahmad menyebut Indonesia akan menjadi episentrum Covid-19 dunia jika kasus positif corona terus bertambah dan penanganannya tidak lebih baik. Untuk mencegah penularan, pemerintah perlu melakukan pembatasan mobilitas penduduk.

“Indonesia akan menjadi episentrum Covid-19 jika tidak segera ada perubahan,” katanya.

Menurutnya, Episentrum Covid-19 merupakan negara dengan transmisi terbesar, bukan sebagai pusat penularan Covid-19. Sebab penularan ini sudah terjadi di semua negara di dunia.

BACA JUGA: Soroti Kasus Covid-19, Sri Mulyani: Jakarta Jadi Episentrum Terbesar

Direktur Pusat kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Kesehatan masyarakat dan Keperawatan UGM ini, memandang perlunya langkah cepat melakukan penghentian. Salah satunya dengan melakukan pembatasan mobilitas penduduk agar Indonesia tidak menjadi negara dengan transmisi Covid-19 terbesar.

“Pembatasan mobilitas penduduk ini sangat penting sebab pergerakan orang menjadi faktor penyebar Covid-19,” katanya.

Apabila situasi telah terkendali, lanjutnya, pembatasan mobilitas sosial bisa kembali dilonggarkan. Namun jika nantinya dijumpai penularan Covid-19 yang meluas lagi, mobilitas penduduk segera dibatasi kembali.

“Ada saatnya kencangkan social distancing dan ada saatnya longgarkan social distancing,” jelasnya.

BACA JUGA: Waspada Potensi Episentrum Baru Covid-19 di luar Pulau Jawa

Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Namun masyarakat belum terlalu patuh dengan aturan.

“Pemerintah harus tegas dalam menerapkan kebijakan, terutama implementasi protokol Covid-19 di lapangan,” katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini