Sebanyak 2.983 Perawat Terpapar Covid-19 di 4 Provinsi, 85 Meninggal Dunia

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 22 September 2020 13:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 337 2281772 sebanyak-2-983-perawat-terpapar-covid-19-di-4-provinsi-85-meninggal-dunia-LheCKFc9De.JPG Data perawat yang terpapar Covid-19 (Foto: Satgas Covid-19)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhilah mengatakan saat ini sebanyak 2.983 perawat terpapar Covid-19. Sebanyak 85 orang di antaranya meninggal dunia.

“Jadi untuk perawat sendiri saat ini sudah 85 orang perawat teman sejawat kami yang wafat di dalam perjuangan Covid ini. Dan ini data terakhir hari ini,” ungkap Harif dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Harif mengatakan dari data perawat terpapar tersebut masih terkumpul dari empat provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Bali. Dimana terbanyak dari provinsi DKI Jakarta 1.629 perawat terpapar.

“Tapi yang terinfeksi maka data kami baru terkumpul 4 provinsi yang sudah firm itu di Jawa Timur 848 perawat, di DKI Jakarta 1.629 perawat, di Sulawesi Selatan itu 350 orang perawat, dan di Bali itu per tanggal 9 Agustus sebenarnya itu yang kita kumpulkan sudah 156 perawat,” ungkapnya.

Sehingga, kata Harif jika data terkumpul dari 34 provinsi di Indonesia maka angka perawat terpapar Covid-19 mencapai ribuan. “Saya kira akan lebih dari ribuan perawat yang terinfeksi di kalau kita kumpulkan seluruh Indonesia. Nah ini menjadi warning bagi kita semua termasuk kami di organisasi profesi,” katanya.

Selain itu, Harif mengatakan dengan meningkatnya kasus Covid-19 saat ini memberikan sebuah warning kepada kita semua. “Terutama pada tenaga atau petugas kesehatan yang saat ini sedang berjibaku melayani pasien tidak kenal lelah walaupun sekarang sudah mulai ada kelelahan. Tidak pernah kenal waktu walaupun keluarga di rumah menunggu gitu ya. Tapi kita terus berusaha untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat,” jelasnya.

“Oleh karena itu kalau kita sepakat bahwa tenaga kesehatan adalah benteng terakhir, maka yuk kita perkuat benteng terakhir ini dengan membuat sebuah kebijakan atau program-program untuk meningkatkan keselamatan dari pada petugas kesehatan ini,” tegas Harif.

Harif mengatakan dengan adanya program yang dicanangkan oleh Satuan Tugas Covid-19 terkait dengan pemeriksaan PCR bagi petugas kesehatan, ia berharap ini bisa berjalan terus dan konsisten pada semua provinsi.

“Paling tidak provinsi yang menjadi epicentrum kepada teman-teman kami seluruh petugas kesehatan agar mereka merasa nyaman, merasa diri aman untuk melayani. Dan tidak menjadi sumber penularan bagi yang lainnya terutama teman-temannya apalagi pada pasien. Itu saya kira yang kita harapkan ke depan,” ungkap Harif.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini