Kasus Covid-19 Melonjak, PB IDI Ingatkan Risiko RS Penuh dan Nakes Kelelahan

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 22 September 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 337 2281734 kasus-covid-19-melonjak-pb-idi-ingatkan-risiko-rs-penuh-dan-nakes-kelelahan-hGE6IwNFAb.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Saat ini angka kasus positif Covid-19 masih terus bertambah. Bahkan kini mencapai rekor tertinggi sebanyak 4.176 kasus dalam satu hari yang tercatat pada 21 September 2020.

Menyikapi hal ini, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M Faqih mengatakan ada dua solusi yang perlu disiapkan. Pertama yakni menambah kapasitas pelayanan terutama di rumah sakit rujukan Covid-19.

“Sebenarnya dengan meningkatnya kasus yang masih terus menunjukkan kenaikan. Sekarang sudah di atas 4.000 sehari. Memang ada dua hal penting yang harus kita siapkan. Yang pertama memang menambah kapasitas pelayanan,” kata Daeng dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Daeng mengatakan jika kapasitas pelayanan tidak ditambah dikhawatirkan masyarakat yang terpapar tidak mendapatkan ruangan ketika harus dirawat di rumah sakit.

“Karena kalau kapasitas pelayanan tidak ditambah, kami khawatir pada saudara kita yang sakit tidak mendapatkan ruangan, misalnya,” katanya.

Kemudian, kata Daeng jika tidak ditambah kapasitasnya, ia khawatir petugas kesehatan (nakes) akan kelelahan karena pasien overload. “Kalau pasiennya overload akan gampang kelelahan sehingga memudahkan penularan. Sehingga untuk melindungi petugas kesehatan bukan hanya dokter ya, seluruh petugas kesehatan juga bukan nakes, kawan-kawan yang membantu membersihkan, ngurusin alat-alat itu juga petugas kesehatan yang rentan,” jelasnya.

Sehingga hal ini, kata Daeng berisiko para tenaga kesehatan terpapar Covid-19. “Kalau kapasitas tidak ditambah overload itu kita memang kasihan kepada petugas kesehatan. Karena pasti akan berisiko kelelahan beresiko tertular,” jelasnya.

Kedua yakni kampanye mendorong masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. “Yang kedua, memang mau tidak mau nanti kami akan berembuk dengan seluruh petugas kesehatan untuk mendorong masyarakat ini disiplin sebenarnya. Kalau tidak disiplin protokol kesehatan, penularan di masyarakat tetap tinggi, segiat apapun kita melakukan penambahan kapasitas, suatu saat hampir juga terlampaui kapasitas itu,” kata Daeng.

“Sehingga mungkin nanti tenaga kesehatan selain di pelayanan, kami akan bertemu untuk melakukan kampanye bersama masyarakat itu supaya penularan di masyarakat bisa ditekan. Tentunya dengan kampanye untuk disiplin melakukan protokol kesehatan, minimal disiplin memakai masker,” tambah Daeng.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini