Cinta Beda Negara Berujung Penjara, Begini Ceritanya

Aminoer Rasyid, iNews · Selasa 22 September 2020 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 337 2281691 cinta-beda-negara-berujung-penjara-begini-ceritanya-szGuJFG1kx.jpg Wanita perusak Bendera Merah Putih (kedua dari kiri). Foto: Aminoer Rasyid

MEDAN – Cinta itu buta. Mungkin itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan kondisi wanita berinisial RP warga Jalan Negara, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Karena kalap dan kecewa atas hubungan cinta beda negara yang ia jalin, RP melampiaskan kekesalannya dengan cara merusak Bendera Merah Putih dan mencoret-coret foto Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Selain itu ia juga diduga menginjak dan menjadikan Bendara Merah Putih sebagai kain lap. Bahkan menyikat bendera itu menggunakan sikat toilet.

Terduga pelaku yang diketahui merupakan seorang mantan karyawan perusahaan media digital, mengumbar tingkah lakunya itu ke sosial media.

Aksi itu sendiri dilakukan untuk mencari perhatian atas kekecewaannya terhadap keluarga dan orang-orang sekitar yang tidak mendukung hubungan percintaannya dengan seorang warga Malaysia.

“Yang bersangkutan melampiaskan kekesalannya berkaitan dengan masalah yang bersangkutan punya hubungan dengan warga negara asing, kemudian merasa kesal,” ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja beberapa waktu lalu.

Usai video aksinya viral di media sosial. petugas Polda Sumatera Utara pun menangkap terduga pelaku.

Baca Juga: Viral Bendera Merah Putih Digunting, Polres Sumedang Sudah Periksa 3 Orang

Ia dibekuk pada Jumat 18 September 2020 di kediamannya. Polisi menyita barang bukti berupa foto Ma’ruf Amin yang telah dirusak, bendera merah putih yang telah dibakar sebagaian, serta satu unit HP yang digunakan untuk merekam aksinya.

Kombes Tatan mengatakan RP kini sudah dijadikan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal 57 juncto pasal 68 Undang-Undang RI nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan dan, atau pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 perubahan atas Undang- Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau pasal 310 juncto pasal 316 KUHPidana. Ancamannya penjara 5 tahun.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini