Waspadai Kasus Covid-19 Meledak, Epidemiolog Minta Pemerintah Pusat & Pemda Bersinergi

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 22 September 2020 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 337 2281563 waspadai-kasus-covid-19-meledak-epidemiolog-minta-pemerintah-pusat-pemda-bersinergi-FJMh0ROeAB.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mendorong agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang ada di Pulau Jawa untuk berkerjasama dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tidak mungkin menutup akses keluar masuk setiap warga daerah lainnya ke Ibu Kota. Padahal, selama ini DKI sudah optimal dalam melakukan testing, tracing, dan isolasi karantina namun kasus Covid-19 tetap tinggi Ibu Kota.

 Baca juga: Update Corona 21 September 2020: Positif 248.852 Orang, 180.797 Sembuh & 9.677 Meninggal

Dicky juga menyayangkan belum optimalnya strategi testing, tracing, hingga isolasi karantina yang diterapkan Pemprov Jawa Barat, Pemprov Banten, Pemprov Jawa Tengah, dan Pemprov Jawa Barat.

"Kita tidak mungkin menutup Jakarta. Sehingga di Jawa itu kendalikan pandemi ini bersama-sama. Kendalikannya bareng-bareng, nggak bisa Jakarta saja yang strategi testingnya bagus. Sedangkan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur santai-santai saja," kata Dicky saat berbincang dengan Okezone, Selasa (22/9/2020).

 Baca juga: Dokter Reisa : Jumlah Kasus Aktif Corona 58.378, Naik 582 Dibandingkan Kemarin

Ia mengungkapkan, saat ini tanpa disadari kasus Covid-19 di Pulau Jawa sedang meledak. Menurut dia, angka kematian Covid-19 tidak bisa dibantah kendati kasus penularan Covid-19 di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah diklaim rendah.

 

Berdasarkan data dari Kemenkes, Senin 21 September 2020, angka kematian kasus Covid-19 di Jawa Barat 319 kasus, Jawa Tengah 1.272 kasus, dan Jawa Timur 2.990 kasus.

"Padahal mereka saat ini sedang meledak ini. Tanpa disadari. Ini meledak. Virus ini tidak taat siapa-siapa. Ingat dia taat hukum biologi yang diciptakan. Dia mau benar daerah situ dilakukan ya virus ini akan terus bergerak dengan pola eksponensialnya," jelas Dicky.

Ia menerangkan, tingginya kasus Covid-19 di Jawa akan membenani rumah sakit. Menurut dia, pemerintahan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Banten belum melaporkan kasus Covid-19 yang sebenarnya.

"Tapi kalau dari angka suspek dan probabelnya tinggi banget. Itu sebenarnya sinyal serius dan mereka sudah dalam posisi ketinggalan virus ini. Gap-nya sudah lebih dari sebulan. Mereka sudah tinggal tunggu ledakan kasus. Nanti mereka sudah harus bikin PSBB total lagi. Kematian akan makin banyak," tutur Dicky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini