KSAD Dukung Temuan UGM soal Alat Pendeteksi Covid-19 dari Embusan Napas

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 21 September 2020 20:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 337 2281472 ksad-dukung-temuan-ugm-soal-alat-pendeteksi-covid-19-dari-embusan-napas-V9LnT4LOqs.jpg KSAD Jenderal Andika Perkasa. (Foto : Dok Okezone/Arif Julianto)

JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyatakan siap mendukung temuan penelitian inovasi alat tes Covid-19 atau virus corona yang dilakukan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"TNI AD siap mendukung segala bentuk inovasi untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia," kata Andika dalam keterangannya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Dukungan penuh tersebut disampaikan Andika saat melihat langsung paparan hasil penelitian dan ajakan kerjasama terkait penelitian tersebut di kampus yang terletak di Yogyakarta itu.

UGM melakukan penelitian tentang inovasi alat kesehatan untuk menangani pandemi virus corona yang diberi nama GeNose atau suatu alat tes pendeteksi Covid-19 dari tiupan napas.

Andika menyatakan akan menyiapkan segala sarana dan prasarana untuk mendukung penelitian terkait penanganan virus corona di Indonesia.

"Uji diagnostik dengan uji klinis apa yang bisa kami bantu, misalnya dibutuhkan rumah sakit kami siap bantu, pokoknya kami dukung lebih cepat lebih bagus karena waktu ini kita urgen sekali, tanpa mem-bypass tadi multisentral kita penuhi. Toh kami punya fasilitas perizinan segala macam akan lebih mudah, saya mendukung inventions apapun," ucap Andika.

Dalam kunjungannya, Andika didampingi Komandan Resort Militer 072/Pamungkas Brigjen TNI Ibnu Bintang Setiawan dan langsung mendengarkan paparan dari Tim Inventor Peneliti UGM Kuwat Triyana.

Baca Juga : Dokter Reisa : Jumlah Kasus Aktif Corona 58.378, Naik 582 Dibandingkan Kemarin

"Prinsip kerjanya, kami ambil pakai kantong plastik kemudian ini diganti nanti tinggal disedot menggunakan pompa masuk ke ruang sensor, nanti yang didalam ruang itu yang akan mensensing gas-gas yang keluar dari napas tadi. Jika kami simpulkan secara ilmiah akurasinya bisa sampai 97 persen," ujar Triyana.

Baca Juga : Dokter Reisa : 72% Pasien Covid-19 Sembuh, Terapi yang Diterapkan di Indonesia Efektif

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini