Buru Pembakar Gedung, Bareskrim Kirim SPDP ke Kejagung

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 21 September 2020 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 337 2281109 buru-pembakar-gedung-bareskrim-kirim-spdp-ke-kejagung-2JnCGZI21S.jpg Gedung Kejaksaan Agung terbakar (foto: Okezone.com/Fakhri)

JAKARTA - Bareskrim Polri resmi meningkatkan kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) ke tahap penyidikan. Dari proses penyelidikan ditemukan fakta adanya dugaan tindak pidana dari peristiwa tersebut.

Demi memburu pelaku atau pembakar gedung itu, Bareskrim Polri resmi mengirimkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Mengirimkan SPDP ke Kejagung," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Setelah mengirimkan SPDP, penyidik Bareskrim Polri langsung bergerak melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi siang ini. Hal itu merupakan bagian dalam proses penyidikan menemukan tersangka.

Menurut Argo, saksi tersebut diantaranya adalah tukang bangunan atau kuli, pihak keamanan dalam dam Cleaning Service yang ada di lantai 6 gedung tersebut saat terbakar. "Saksi yang ada di gedung utama saat terjadi kebakaran baik berasal dari luar kejaksaan, tukang maupun yang berasal dari dalam Kejaksaan seperti Pramubakti dan Cleaning Service," ujar Argo.

Jampidum Kejaksaan Agung Fadil Zumhana sebelumnya berjanji akan membantu Bareskrim Polri dalam menemukan pelaku tindak pidana dalam peristiwa kebakaran di Gedung Utama Kejagung.

Bareskrim bersama Kejagung tergabung dalam posko bersama dalam melakukan pengusutan kebakaran itu.

"Kami berusaha sungguh-sungguh untuk mengungkap peristiwa ini sehingga kami sepakat untuk lebih detail untuk ungkap peristiwa pidana ini ke penyidikan, penyidikan untuk menemukan tersangka dan bukti-bukti terkait pidana," kata Fadil dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis 17 September 2020.

Baca Juga : Polisi Periksa Wanita Cantik yang Dilecehkan saat Rapid Test di Bandara Soetta

Baca Juga : Usut Kebakaran Gedung Kejagung, Bareskrim Periksa Pekerja di Lantai 6

Dalam penyelidikan ditemukan fakta bahwa adanya tukang bangunan atau kuli yang sedang melakukan pekerjaannya di lantai enam pada gedung tersebut.

Bareskrim Polri menyimpulkan adanya peristiwa pidana dalam kebakaran markas Korps Adhyaksa itu. Hal itu didapatkan setelah dilakukan penyelidikan mendalam.

Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik melainkan diduga karena open flame atau nyala api terbuka.

Diketahui api berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung Kemudian api dengan cepat menjalar ke ruang lain, karena diduga terdapat akseleran berupa ACP pada lapisan luar gedung dan cairan minyak lobi yang mengandung senyawa hidrokarbon serta kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan yang mudah terbakar seperti gypsum, lantai parkit, panel HPL, dan bahan mudah terbakar lainnya.

Dugaan peristiwa pidana itu didapati setelah penyidik melakukan olah TKP dan pemeriksaan kepada 131 saksi yang saat ini sudah dilakukan pemeriksaan. Tak hanya itu, Bareskrim juga meminta keterangan ahli pidana dan ahli kebakaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini