Share

Epidemiolog: Masker Scuba Kurang Efektif Walaupun Nyaman Dipakai

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 21 September 2020 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 337 2280970 epidemiolog-masker-scuba-kurang-efektif-walaupun-nyaman-dipakai-gqceeXTUQb.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Ahli Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani menyebut masker jenis scuba dan buff kurang efektif dalam mencegah penularan Covid-19.

Menurut dia, banyak warga yang menggunakan masker tipis yang terbuat dari kain tersebut lantaran nyaman saat digunakan.

"Makser scuba kurang efektif walaupun nyaman dipakai," kata Laura kepada Okezone, Senin (21/9/2020).

 Masker

Laura menilai, pemerintah juga penting melakukan penelitian di dalam negeri untuk mendapatkan tipe masker yang efektif dan murah untuk menjadi rekomendasi kepada masyarakat.

"Ataupun bisa mengikuti data penelitian yang sudah dilakukan global. Yang penting juga memang masker kain menjadi sangat penting digunakan sebagai langkah pencegahan penularan," jelasnya.

 

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Ia menambahkan, saat ini penggunaan masker harus mampu mencegah dari penularan pandemi corona.

"Tetapi tidak kalah penting hal lainnya adalah seberapa lama masker kain itu digunakan, dan bagaimana memasang dan melepas masker secara benar sehingga tidak berisiko," tuturnya.

Seperti diketahui, Kereta Rel Listrik (KRL) telah melarang penggunanya untuk menggunakan masker scuba dan buff. Selain itu, Moda Raya Terpadu (MRT) juga telah menerapkan aturan yang sama.

Kedua transportasi massal berbasis rel tersebut telah mewajibkan penggunanya untuk memakai masker kain tiga lapis atau masker kesehatan yang kerap digunakan sehari-hari guna mencegah penularan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini