Buron 4 Tahun, Terpidana Korupsi Pengadaan Alkes Ditangkap Kejagung

Irfan Ma'ruf, iNews · Minggu 20 September 2020 17:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 20 337 2280838 buron-4-tahun-terpidana-korupsi-pengadaan-alkes-ditangkap-kejagung-VKYHQuIJsX.jpg Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono (Dok iNews.id/Irfan Maruf)

JAKARTA – Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) menangkap Parlaungan Hutagalung, terpidana kasus korupsi pengadaan alat kesehatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe Tahun Anggaran 2009. Ia ditangkap setelah buron 4 tahun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum, Hari Setiyono mengatakan, Parlanungan ditangkap di tempat tinggalnya, Kompleks Padang Hijau Blok F Nomor 52 Kawasan Diski Kota Medan, Sabtu (19/9/2020), sekira pukul 18.20 WIB.

"Parlaungan awalnya adalah terdakwa dalam perkata tipikor pengadaan alat kesehatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe Tahun Anggaran 2009 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp550 juta rupiah," kata Hari dalam keterangan tertulis, Minggu (20/9/2020).

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 2410K/Pid.Sus/2015 tanggal 16 Juni 2016, Parlaungan dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan primair Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

"Terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dan denda sebesar Rp 200 juta rupiah subsidair 6 bulan pidana kurungan serta menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp519 juta dengan ketentuan jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama 1 (satu) bulan sesudah putusan inkrach maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun," jelasnya.

Berdasarkan putusan Mahkamah Agung tersebut Kejaksaan Negeri Karo harus segera melaksanakan isi putusan tersebut, namun ketika terpidana dipanggil secara patut untuk melaksanakan putusan tersebut yang bersangkutan tidak pernah hadir oleh karena itu dimasukan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak tahun 2016 tersebut.

"Setelah dilakukan pencarian dan pemantauan hampir 4 tahun akhirnya pada hari Sabtu 19 September 2020, Parlaungan berhasil ditangkap untuk selanjutnya dieksekusi ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta Medan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini