Masker Kurang Berarti Tanpa Tracing, Testing dan Isolasi yang Optimal

Muhamad Rizky, Okezone · Minggu 20 September 2020 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 20 337 2280637 masker-kurang-berarti-tanpa-tracing-testing-dan-isolasi-yang-optimal-1nW2h3GhQc.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penggunaan masker scuba dan buff tidak disarankan oleh Satgas Covid-19. Alasannya, karena bahan yang terlalu tipis dinilai terlalu berisiko terhadap penyebaran virus corona.

Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menilai penggunaan masker scuba atau buff tidak terlalu penting jika tidak diiringi dengan strategi utama dalam penanganan corona yakni testing, tracing, dan isolasi.

"Jadi memakai masker, jaga jarak ini tidak terlepas di atas pondasi dasar dari strategi yang terus dilakukan secara optimal yaitu testing, tracing, isolasi karantina itu. Jadi, gerakan masker itu tidak akan efektif kalau di wilayah tersebut testing juga rendah," kata Dicky kepada Okezone, Minggu (20/9/2020).

Baca Juga: Datangi TPU Pondok Ranggon, Anies Dengarkan Cerita Penggali Kubur Pasien Covid-19

Dicky mengungkapkan, protokol kesehatan merupakan gerakan untuk mendukung strategi utama dalam penanganan virus corona. Tanpa strategi utama seperti testing, tracing, dan karantina maka semua tidak akan efektif.

"Di Australia di Queensland enggak ada kewajiban pakai masker karena testing, tracing, isolasi karantinanya sudah optimal. Tidak ada kasus baru nol kasus dalam beberapa waktu terakhir ini," ungkapnya.

Baca Juga: 5 Sanksi Lucu Razia Masker, Peluk Tiang Telefon hingga Merenung di Kuburan 

Karena itu, tambah Dicky, baik masker scuba atau buff boleh saja dipakai jika memang tidak ada masker lain. Sebab, utamanya yang harus diselesaikan adalah tracing, testing, dan karantina.

"Jadi, jangan hanya mengandalkan pada masker saja tapi juga jangan lupakan testingnya. Jadi, kalau saya tidak apa scuba ini digunakan jika tidak ada masker," tandasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini