Tangani Pinangki, Jampidsus: Dulu Dibilang Lelet, Sekarang Terburu-buru

Erfan Maaruf, iNews · Sabtu 19 September 2020 07:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 337 2280314 tangani-pinangki-jampidsus-dulu-dibilang-lelet-sekarang-terburu-buru-NZfpKs9sTA.jpg Jaksa Pinangki Sirna Malasari (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Ali Mukartono angkat bicara addanya sejumlah kritikan dari pihak yang menilai bahwa Kejaksaan Agung terburu-buru dalam melimpahkan berkas perkara Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Dia mengatakan bahwa penyidik dalam posisi yang serba salah.

Dia kesal dengan anggapan yang serba salah dalam penyidikan kasus Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Sebab, sebelumnya dikritik bahwa dulu saat perkara baru dimulai Kejagung justru dikritik lambat dalam penaganannya.

"Susah kan saya. Dulu dituduh lelet terlambat. Sekarang ke pendadilan dibilang terburu-buru, susah," kata Ali kepada wartawan di Gedung Bundar, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga: Kejagung: Jaksa Pinangki Transfer Uang ke Anak Eks Dirjen Imigrasi Ronny Sompie! 

Dia pun tidak ambil pusing soal tudingan sejumlah pihak yang mengatakan bahwa penyidik mengabaikan sejumlah dugaan-dugaan yang disampaikan oleh masyarakat sipil.

Misalnya, soal dugaan instruksi 'Bapaku, Bapakmu, dalam pusaran perkara dugaan suap proyek pembebasan Djoko Tjandra melalui fatwa Mahkamah Agung (MA).

 

Ali menegaskan, bahwa selama proses penyidikan, isu-isu tersebut tidak pernah ditemukan oleh penyidik dan fakta hukumnya berbeda.

"Kalau cuma bapaku-bapaku, pembuktian gituloh. Selama tidak ada pembuktian yasudalah itu jadi isu-isu," pungkas Ali.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango turut mengomentari pelimpahan berkas perkara dan tersangka Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang kini telah siap disidangkan.

Dia menilai semestinya Kejaksaan Agung bisa lebih dulu mempelajari dan menelaah informasi yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Informasi yang dimaksud adalah keterangan Koordinator MAKI Boyamin Saiman yang menyebut ada peran lima pihak lain beserta sosok 'King Maker' dalam kasus sengkarut penanganan Djoko Tjandra yang menjerat Pinangki.

Pelimpahan berkas perkara Jaksa Pinangki ke Tahap II juga mendapat sorotan LSM antikorupsi ICW. Mereka mempertanyakan kelengkapan proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung sebelum melimpahkannya ke JPU.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini