5 Sanksi Lucu Razia Masker, Peluk Tiang Telefon hingga Merenung di Kuburan

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 19 September 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 19 337 2280296 sanksi-lucu-razia-masker-dari-peluk-tiang-telefon-hingga-merenung-di-kuburan-g9ISIuzj5G.jpg Warga yang tak memakai masker dihukum memeluk tiang telefon (Foto: Iskandar Nasution)

JAKARTA - Beragam hukuman bagi pelanggar protokol kesehatan diberikan kepada warga. Namun, hukuman untuk memberi efek jera itu terbilang unik. Okezone mengulas beberapa hukuman tersebut, berikut ulasannya:

1. Pelanggar Protokol Kesehatan Dihukum Merenung di Kuburan

Suasana pemakaman Praloyo di kawasan Jalan Lingkar Timur Sidoarjo-Jawa Timur Sabtu dinihari tampak berbeda dibanding hari biasa.

Puluhan warga dengan menggunakan rompi oranye bertulis Pelanggar Protokol Kesehatan tampak mendatangi area pemakaman khusus korban Covid-19 untuk melakukan renungan dan doa bersama bagi warga korban Covid-19.

Mereka ini adalah para pelanggar aturan protokol kesehatan yang terjaring razia masker di kawasan Alun-Alun Sidoarjo. Untuk menimbulkan efek jera bagi puluhan pelanggar protokol kesehatan ini, petugas gabungan TNI/Polri dan Satpol PP Sidoarjo sengaja memberi sanksi hukuman merenung dan doa bersama di area makam korban Covid.

Baca Juga:  Viral! Tak Pakai Masker di Mal, Wanita Seksi Dihukum Squat Jump 20 Kali 

Bahkan, untuk menyadarkan para pelanggar yang terjaring razia masker ini, petugas mematikan lampu penerangan makam saat proses renungan dan doa Bersama ini digelar, yang sontak membuat para pelanggar ketakutan.

Kapolresta Sidoarjo yang juga Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji SH menegaskan, sanksi merenung dan doa bersama di area pemakaman korban Covid Sidoarjo ini sengaja dilakukan, agar masyarakat bisa sadar akan pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi Covid ini.

“Dengan sanksi merenung dan doa bersama ini, semoga bisa menyadarkan para pelanggar terkait bahaya virus Covid-19 bagi Kesehatan, sehingga mereka mau memakai masker saat keluar rumah,” tegas Kombes Pol Sumardji.

2. Pelanggar Masker di Semarang Dihukum Hafalkan Pancasila

Sejumlah pengendara dihukum menghafalkan teks Pancasila ketika kedapatan tidak mengenakan masker saat berada di luar rumah, di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Razia gabungan TNI/Polri sengaja digelar guna menekankan kedisiplinan masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, terlebih jelang penerapan new normal.

Baca Juga:  Istana: Masyarakat Jangan Anggap Operasi Yustisi sebagai Tindakan Represif 

Pada razia kali ini, petugas masih mendapati banyaknya warga maupun pengendara yang tidak mengenakan masker. Untuk memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran, para pelanggar langsung diberikan sanksi sosial berupa membacakan teks pancasila. Ironisnya tak sedikit pelanggar yang nampak kesulitan karena lupa dengan teks pancasila.

“Meski pemerintah terus menekankan pentingnya menjalani protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan covid, namun sejumlah pelanggar justru beralasan terburu buru hingga lupa mengenakan masker,” kata Kasie Humas Polsek Suruh, Aipda Catur Evan Adianto, Selasa 9 September 2020.

3. Warga Cilegon Langgar Protokol Kesehatan Dihukum Peluk Tiang

Razia warga yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker digelar petugas kepolisian di kawasan Pasar Tradisional Kelapa, Kota Cilegon, Banten.

Dalam razia itu petugas memberhentikan belasan pengendara sepeda motor yang kedapatan tidak menggunakan kain penutup mulut dan hidung. Padahal, penggunaan masker sendiri sangat penting guna mencegah penularan virus corona.

Baca Juga:  80.615 Personel Gabungan Dikerahkan Dalam Operasi Yustisi 2020

Pengendara yang tidak mengindahkan protokol kesehatan diberikan sanksi sosial. Salah satu sanksinya cukup kocak, yaitu memeluk tiang telepon. "Saya berjanji mulai hari ini saya akan memakai masker.," ujar seorang pelanggar yang memeluk tiang telefon sambil senyum-senyum.

Selain itu, terdapat juga sanksi berupa membaca Surah Yassin, adzan, hingga berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

"Tindakan yang kita lakukan kepada pengendara roda dua maupun roda empat, yang tidak menggunakan masker, kami berikan tindakan yaitu suruh membaca Surat Yasin," ujar Kapolsek Cilegon Kompol Jajang Mulyaman, Kamis 17 September 2020.

Selanjutnya mereka yang berhasil terjaring razia dan telah diberikan sanksi, diminta untuk menuliskan data dirinya sebagai pernyataan dan berjanji akan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

4. Tak Pakai Masker, Warga Tangerang Dihukum Masuk Mobil Ambulans

 

Razia masker digelar di kawasan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat 18 September 2020. Razia dilakukan agar warga disiplin menjalankan protokol kesehatan sehingga terhindar dari virus corona.

Pantauan di lapangan, mereka yang terjaring masker diberi sanksi beragam. Salah satunya diminta masuk mobil ambulans yang berisi keranda.

Secara bergilir pelanggar yang masuk ambulans diminta merenung sambil membaca Surah Al Fatihah. “Merenung-merenung, nanti kalau kamu sakit, sesak nafas seperti ini (menunjuk keranda) nanti gimana,” ucap seorang petugas kepada pria yang sedang dihukum masuk ambulans.

Tal hanya itu, sebagian warga yang kedapatan tak memakai masker saat di luar rumah dihukum dengan cara disuruh memeluk pohon sambil berjanji akan tertib menjalankan protokol kesehatan.

5. Warga Surabaya Dihukum Baca Al-Fatihah Akibat Tak Pakai Masker

 

Kasus positif covid-19 di Surabaya, Jawa Timur, semakin tinggi bertambah. Oleh karena itu, razia masker digalakkan guna mencegah penularan virus tersebut.

Beragam cara dilakukan untuk membuat efek jera bagi pelanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker dan menjaga jarak. Salah satu contoh hukumannya adalah pelanggar diminta push up hingga menyapu jalan.

Pantauan di Jalan Ploso Surabaya, Sabtu 25 Juli 2020 pagi, petugas telah melakukan razia, pengendara yang tidak memakai masker langsung dihentikan dan diamankan petugas gabungan yang meliputi personel TNI, Polri, dan aparatur pemerintahan setempat. Mereka yang terjaringa operasi ini langsung didata dan diberi sanksi.

Selain dilakukan pemeriksaan KTP, pelanggar dikenai berbagai hukuman seperti menyapu jalan dan push up. Selain itu ada juga yang diminta membaca Surat Al Fatihah yang gunanya agar mereka sadar akan bahayanya virus korona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini