Jumlah Angka Kematian Covid-19 Simpang Siur, Ini Penjelasan Satgas

Dita Angga R, Sindonews · Sabtu 19 September 2020 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2280250 jumlah-angka-kematian-covid-19-simpang-siur-ini-penjelasan-satgas-Q8vdshsqY7.jpg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dokter Reisa Broto Asmoro (Foto: BNPB)

JAKARTA - Satgas Penanganan Covid-19 meluruskan perdebatan soal terjadinya perbedaan data kematian pasien Covid-19 yang dicatat Kementerian Kesehatan dan Rumah Sakit (RS) online. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait adanya perbedaan data angka kematian dengan RS online.

“Kami telah mengonfirmasikan kepada Kemenkes bahwa data kematian yang ada dari RS online belum pasti Covid-19. Sedangkan data kematian yang dikeluarkan oleh Pusdatin Kemenkes atau all record data, sudah terkonfirmasi positif Covid-19,” katanya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jumat (18/9/2020)

Baca Juga:  Luhut Pastikan Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Vaksin Covid-19

Dia mengatakan, data-data yang ada di rumah sakit masih perlu pembuktian melalui hasil uji laboratorium. "Maka bisa disimpulkan data yang ada di RS Online belum semua terkonfirmasi hasil lab," tegasnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia selalu mengedepankan transparansi publik dalam penanganan Covid-19. Indonesia pun selalu melaporkan kasus terkonfirmasi positif dan kasus sembuh setiap harinya.

“Soal transparansi data, sesuai panduan badan kesehatan dunia atau WHO, Indonesia selalu melaporkan kasus terkonfirmasi positif covid-19 dan kasus sembuh setiap harinya. Jadi tidak pernah satu hari pun data tersebut tidak diumumkan ke publik. Angka terkini dapat dilihat melalui covid19.go.id dan juga di website Kemenkes yakni Kemkes.go.id. Serta melalui siaran langsung dari para jubir yang dapat diikuti setiap harinya. Hal ini termasuk jawaban terkait jenis-jenis klaster. Ya tentunya juga sudah transparan semuanya,” pungkasnya.

Baca Juga: Dokter Reisa : 7 dari 10 Orang Terpapar Covid-19 Telah Sehat dan Produktif Kembali

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini