Sebagian Masyarakat di 5 Provinsi Ini Masih Meyakini Tak Akan Kena Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 18 September 2020 20:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2280180 sebagian-masyarakat-di-5-provinsi-ini-masih-meyakini-tak-akan-kena-covid-19-ZapC1NC25z.jpg Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo. (Foto : BNPB)

JAKARTA – Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan saat ini masih banyak masyarakat, terutama di lima provinsi, meyakini tidak akan terpapar Covid-19.

Doni mengatakan, saat ini di lima provinsi tersebut, kasus Covid-19 terus meningkat. Lima provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Timur masih, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

“Terkait upaya kita bersama untuk melakukan sosialisasi tentang perubahan perilaku karena ada lima provinsi yang sekarang kasusnya mengalami peningkatan. Yang pertama DKI Jakarta, kemudian yang kedua Jawa Timur masih, kemudian Jawa Tengah, Jawa Barat dan Kalimantan Selatan. Yang mana masing-masing 30%, 29%, 18%, 16% dan 14% itu masyarakatnya masih merasa yakin tidak akan kena Covid-19,” ucap Doni dalam konferensi pers secara virtual terkait Penanganan Covid-19 di 8 Provinsi, Jumat (18/9/2020).

Hal ini, kata Doni, yang menjadi program untuk mengajak masyarakat agar bisa memahami Covid-19 nyata, bukan rekayasa dan konspirasi. “Covid ibarat malaikat pencabut nyawa bagi kelompok rentan seperti halnya penderita hipertensi kemudian diabet, jantung, kanker dan penyakit paru,” katanya.

Oleh karena itu, Doni meminta seluruh pimpinan di tingkat pusat sampai daerah untuk memerintahkan pegawainya ataupun stafnya yang memiliki komorbid tidak bekerja dari kantor.

“Cukup bekerja di rumah, artinya tidak boleh di kantor. Artinya melakukan aktivitas di rumah, tetapi melakukan kegiatan kantor di rumah saja,” katanya.

Doni mengatakan dengan begitu akan menyelamatkan sebanyak 85% masyarakat yang memiliki komorbid terutama hipertensi dan diabetes dari Covid-19.

“Dengan demikian kita mampu atau kita bisa menyelamatkan sekitar 85% warga negara kita yang selama ini menjadi korban terbanyak terutama hipertensi dan diabet,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini