Bareskrim Tangkap Sindikat Penipuan Online, Salah Satu Korbannya Anak Presiden Jokowi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 18 September 2020 20:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2280169 bareskrim-tangkap-sindikat-penipuan-online-salah-satu-korbannya-anak-presiden-jokowi-dmRgSTVtxL.jpg Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono. (Foto : Dok Okezone)

JAKARTA – Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat penipuan online dengan modus pelelangan jual beli barang melalui akun Instagram.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, kasus ini berawal dari laporan yang masuk ke pihaknya ihwal sindikat penipuan ini pada 8 September 2020.

“Ini ada fenomenal terkait kasus penipuan online dengan modus pelelangan barang di Instagram yang mencapai nilai jutaan rupiah,” ucap Awi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Hingga akhirnya, polisi melakukan profiling terhadap akun Instagram. Di akun tersebut mereka beraksi dengan modus menawarkan pelelangan barang seperti sandal hingga sepatu yang nilainya mencapai jutaan rupiah.

“Akun ini isinya menjual barang-barang seperti sepatu sandal. Kemudian di situ korban melakukan transaksi dan mengirim ke rekening tertentu yang diketahui rekening penampungan," katanya.

Setelah itu, polisi terus melakukan pendalaman hingga menemukan lokasi para pelaku yang berada di wilayah Aceh dan Medan. Keempat tersangka yang diciduk polisi, yaitu AF, GR, MR, dan DRY masih berusia di bawah umur.

"Yang menjadi fenomenal dilakukan anak-anak di bawah umur. Rata-rata di bawah umur antara 15, 16 tahun, masih duduk di kelas 7, 8, 9 SMP," tutur Awi.

Menurut Awi para tersangka cukup lihai dalam menjalankan aksinya dengan tidak pernah mengirim barang usai menerima uang dari korban. Bahkan jumlah kerugian korban mencapai Rp100 juta.

Tak hanya itu, korban para pelaku bukan hanya warga biasa. Anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep juga teridentifikasi menjadi korban.

"Di antaranya (Kaesang korbannya), ada beberapa (korban lainnya), ada puluhan korban," ucap Awi.

Baca Juga : Viral! Tak Pakai Masker di Mal, Wanita Seksi Dihukum Squat Jump 20 Kali

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 45A ayat (1) juncto pasal 48 ayat (1) dan atau pasal 21 ayat (2) juncto pasal 36 UU nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau pasal 378 KUHP juncto pasal 55 KUHP. Mereka terancam pidana penjara 12 tahun dan atau denda maksimal Rp12 miliar.

Baca Juga : Jaksa Ciduk Buronan Kasus Penipuan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini