Cerita Syekh Ali Jaber Mimpi Bertemu Penusuknya Usai Kejadian

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Jum'at 18 September 2020 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2280083 cerita-syekh-ali-jaber-mimpi-bertemu-penusuknya-usai-kejadian-sfK4U4UVF3.jpg Syekh Ali Jaber (foto: Dok RCTI)

JAKARTA - Ulama Syekh Ali Jaber menceritakan, bahwa dirinya bermimpi menemui Alpin Andrian (AA) yang merupakan pelaku penusukan terhadap dirinya.

“Saya mimpi bertemu dengan pelaku penusukan kepada saya yaitu Alfian atau AA. Saya sempat mimpi bertemu langsung,” ujar Syekh Ali Jaber dalam siaran langsung di akun YouTubenya, Jumat (18/9/2020).

 Baca juga: Syekh Ali Jaber: Saya Siap Mati di Indonesia 

Dia menyatakan, dalam mimpi itu pun khawatir dan menanyakan langsung kondisi pelaku usai mendapatkan amukan dari massa yang hadir di kajian.

“Kemudian langsung saya tanya gimana kabarmu. Kamu enggak apa apa kan? Saya melihat lukanya cukup serius, wajarlah emosi jamaah. Ketika saya ditusuk justru yang saya dasari ingin selamatkan beliau karena lagi diserang jamaah. Jangan sampai dia matilah atau apalah,” katanya.

 Baca juga: Syekh Ali Jaber Tak Ingin Kasus Penusukannya Dikaitkan dengan Isu Apapun 

“Mangkanya saya berpikir ketika saya mimpi justru saya menyampaikan ananda AA kamu enggak apa-apa kan? Gimana lukamu, saya masih ngobrol di dalam mimpi. Mudah mudahan kamu baik sehat,” imbuhnya.

 

Dimimpi itu pun Syekh Ali Jaber menyatakan, bahwa dirinya sudah ikhlas atas kejadian yang menimpanya. Menurutnya itu adalah takdir yang sudah ditentukan Allah SWT.

“Dan saya menyampaikan apa yang terjadi kepada saya, saya merasa ini qodarullah dan saya merasa tidak keberatan saya ikhlas. Maksud kata ikhlas terhadap takdir yang terjadi hukan berarti disalah artikan,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Syekh Ali Jaber ditusuk oleh AA (24) saat menghadiri acara kajian di Bandar Lampung. Akibat serangan itu ia mengalami luka dibagian bahu kanan.

Pelaku kemudian berhasil diamankan oleh jemaah yang melihat kejadian dilokasi dan dinawa ke kantor polisi. Belakangan pelaku disebut-sebut alami gangguan kejiwaan oleh keluarga meski hal itu belum bisa dipastikan oleh pihak kepolisian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini