Per 5 Agustus, Kominfo Catat Ada 1.016 Hoaks Terkait Covid-19

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 18 September 2020 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2280027 per-5-agustus-kominfo-catat-ada-1-016-hoaks-terkait-covid-19-O6CqJv7ajQ.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat sedikitnya ada 1.016 informasi yang menyesatkan, atau hoax terkait virus corona (Covid-19). Angka tersebut merupakan hasil pemantauan daripada Artificial Intelligence (AI) tim Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kemkominfo.

Sekretaris Jenderal Kemkominfo, Rosarita Niken Widiastuti menuturkan, data tersebut ditemukan oleh AI tim Ditjen Aptika per 5 Agustus 2020.

"Dari hasil pantauan tim AI, Artificial Intelligence sistem, di Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika, per 5 Agustus Tahun 2020 ini, terdapat 1.016 informasi menyesatkan ataupun hoax yang beredar di masyarakat mengenai Covid-19," kata Rosarita dalam sebuah diskusi daring, Jumat (18/9/2020).

 Hoax

Hoax tersebut, kata Niken, menimbulkan keresahan dan banyak kesalah pahaman tentang cara-cara di tengah masyarakat ketika berhadapan dengan Covid-19. Lebih jauh dari itu, banyak beredarnya hoax terkait Covid-19, juga bisa berdampak fatal bagi kesehatan.

"Bisa juga berdampak pada aspek-aspek yang lain ya. Peran pemerintah adalah untuk memastikan informasi yang diterima oleh masyarakat sesuai fakta dan tidak menyesatkan. Sehingga informasi yang beredar bisa memberi sumbangsih bagi penanganan Covid-19," tuturnya

Dia memastikan, Kemkominfo sebagai kementerian yang turut mengawal lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publk menaruh perhatian khusus ihwal bagaimana sikap pemerintah mengawasi informasi yang beredar di tengah masyarakat. Terkhusus, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

"Kemkominfo terus mengkonfirmasi isu hoax terutama seputar Covid-19 ini. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk informasi publik yang wajib disampaikan kepada masyarakat karena kebutuhan informasi mengenai Covid-19 sangat tinggi," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini