Buka Konbes GP Ansor, Presiden Jokowi Bicara Pembajakan Kebebasan Berpendapat di Alam Demokrasi

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 18 September 2020 15:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2279977 buka-konbes-gp-ansor-presiden-jokowi-bicara-pembajakan-kebebasan-berpendapat-di-alam-demokrasi-7CoUvB8E9B.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Biro Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo membuka Konferensi Besar (Konbes) ke-XXIII Gerakan Pemuda (GP) Ansor secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2020). Dalam kesempatan itu, Jokowi berbicara tentang kebebasan yang dibajak untuk mengklaim dirinya paling benar dan yang lain dipersalahkan.

"Sistem demokrasi di negara kita telah memberikan ruang kebebasan menyatakan pendapat. Namun ruang kebebasan itu sering dibajak untuk mengklaim dirinya paling bener dan yang lain dipersalahkan, lalu merasa berhak memaksakan kehendak karena merasa paling benar," ujar Jokowi.

Jokowi berharap kader GP Ansor di seluruh Indonesia tidak bersikap demikian. Kader GP Ansor harus meneladani sikap terpuji para ulama yang selalu tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i'tidal (tegak lurus), dan tasamuh (toleransi), tanpa menghilangkan semangat amar ma'ruf nahi munkar.

"Peran sejarah GP Ansor sangat relevan dalam negara majemuk dan beragam dalam suku, agama dan budaya. Keragaman dan perbedaan bukan sebuah kelemahan, melainkan kekuatan yang kalau disatukan akan membuat negara dan bangsa menjadi negara maju, berdiri sejajar dengan negara lain di dunia," jelasnya.

Jokowi menuturkan, GP Ansor telah teruji mampu menjadi perekat di tengah keragaman dan perbedaan. Bahkan kehadiran Banser GP Ansor memberikan rasa aman kepada anak bangsa dalam jalinan peesaudaraan.

"Ini yang saya sampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi," imbuhnya.

GP Ansor, kata Jokowi, lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) yang mewarisi semangat hubbul wathon minal iman atau cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Warisan semangat ulama inilah yang membuat GP Ansor selalu dibutuhkan kehadirannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Ini telah dibutktikan oleh kiprahnya selama lebih dari setengah abad untuk tetap berdiri kokoh memainkan sebagai simpul kebangsaan. Ini yang saya sejak lama sangat apresiasi dan menghargai kiprah GP Ansor," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Coumas mengatakan, konferensi besar ini akan berlangsung dari 18 sampai 20 September 2020. Adapun pesertanya sebanyak 150 orang terdiri dari unsur pimpinan pusat dan utusan 34 wilayah.

"Konferensi besar ini diselenggarakan untuk menetapkan kebijakan organisasi agar GP Ansor terus berkhidmat dan beradaptasi dengan era dgital," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini