KPK Perpanjang Penahanan 5 Tersangka Proyek Fiktif Waskita Karya

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 18 September 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2279950 kpk-perpanjang-penahanan-5-tersangka-proyek-fiktif-waskita-karya-F3vxf9ebCr.jpg Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (Foto : iNews.id)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek fiktif di BUMN PT Waskita Karya Tbk Tahun 2009-2015. Perpanjangan penahanan dilakukan selama 30 hari ke depan mulai 21 September 2020.

Kelima tersangka tersebut adalah Mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani (DSA); Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana (JS); Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman (FU); Kepala Divisi (Kadiv) II PT Waskita Karya, Fathor Rachman (FR); serta mantan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar (YAS).

"Hari ini (18/9/2020) tim penyidik KPK berdasarkan Penetapan Ketua PN Jakarta Pusat yang pertama melanjutkan penahanan selama 30 hari, terhitung mulai 21 September 2020 sampai 20 Oktober 2020," ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2020).

Desi Arryani ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, Jarot Subana di Rutan Polres Jakarta Timur, Fakih Usman ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Fathor Rachman di Rutan KPK Gedung Merah Putih, dan Yuly Ariandi Siregar ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.

Sebagaimana diketahui KPK telah menetapkan mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman serta mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar sebagai tersangka.

Kedua pejabat Waskita Karya tersebut diduga telah memperkaya diri sendiri, orang lain, ataupun korporasi, terkait proyek fiktif pada BUMN. Sedikitnya, ada 14 proyek infrastruktur yang diduga dikorupsi oleh pejabat Waskita Karya. Proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Papua.

Fathor dan Ariandi diduga telah menunjuk empat perusahaan subkontraktor untuk mengerjakan pekerjaan fiktif pada sejumlah proyek konstruksi yang dikerjakan Waskita Karya.

Selain itu, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya dalam perkara ini. Ketiga tersangka itu adalah mantan Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani, Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana, serta Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman.

Desi Arryani ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Sementara Jarot Subana, ditetapkan tersangka dalam kapasitasnya sebagai Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Baca Juga : KPK Duga Banyak Pihak Kecipratan Uang Panas Proyek Fiktif Waskita Karya

Sementara Fakih Usman, ditetapkan sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Atas perbuatannya, lima tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca Juga : KPK Duga Banyak Pihak Kecipratan Uang Panas Proyek Fiktif Waskita Karya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini