La Nyalla Kunjungi Makam Sisingamangaraja XII hingga Dianugerahi Marga Sitepu

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 18 September 2020 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2279708 la-nyalla-kunjungi-makam-sisingamangaraja-xii-hingga-dianugerahi-marga-sitepu-hQQGzDr9bM.jpg Kunjungan La Nyalla Mattalitti ke Karo (Foto: Tim Media La Nyalla)

KABANJAHE - Kunjungan kerja hari ketiga ke Kabupaten Karo, Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mendapat gelar marga Sitepu dari tokoh adat Karo, Malem Ukur Ginting. Pemberian marga tersebut dilakukan di aula kantor Bupati Karo, di Kabanjahe, Karo, Kamis (17/9/2020).

“Sejak hari ini, Bapak resmi bernama AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Sitepu. Sekaligus menjadi saudara dari Senator kami, Ibu Badikenita Sitepu. Dan Bapak juga sekaligus sudah menjadi warga Karo,” ujar Malem, seraya memakaikan baju adat khas Karo dengan disaksikan Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Dalam sambutannya, LaNyalla menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada masyarakat Karo, atas pemberian marga Sitepu kepada dirinya. “Saya berterima kasih telah mendapat saudara baru di Kabupaten Karo. Sepertinya saya harus lebih sering ke sini,” tukasnya.

LaNyalla juga menyampaikan rasa empati kepada pemerintah kabupaten dan masyarakat Karo, yang terkena dua musibah sekaligus. Yakni pandemi Covid-19 dan dampak erupsi Gunung Sinabung, yang hingga saat ini masih berada di siaga level III.

“Kami sangat bisa merasakan, terutama apa yang dirasakan para petani yang lahan dan kebunnya terdampak erupsi dan terpapar debu vulkanik Gunung Sinabung. Seperti yang dialami para petani dari 6 Kecamatan di Karo, beberapa waktu lalu. Akibatnya 7 ribu hektare lahan hortikultura rusak, dengan kerugian mencapai Rp. 170 milyar,” ungkap LaNyalla.

Ditambahkan, dampak pandemi Covid-19 yang melambatkan ekonomi dan daya beli masyarakat juga menghantam para petani jeruk Karo. Karena pada musim panen kali ini, harga jual turun drastis. “Kiranya Pemkab Karo dapat mencari jalan keluar dengan membuka pasar baru, selain pasar yang sudah eksisting dan melemah saat ini,” harap LaNyalla.

Dalam kunjungan kerja di Karo, DPD RI juga meneruskan sejumah bantuan dari BNPB dan Kementerian Kesehatan RI. Dengan rincian dari BNPB terdiri atas; 4.000 pcs Masker dan 40 dirigen Hand Sanitizer. Sedangkan dari Kemenkes terdiri atas; 1.000 pcs Masker, 1.000 pcs alat Rapid Test dan 400 set baju Hazmat.

Sementara itu, Pemimpin tertinggi (Eporus) pertama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Dr. I. L. Nommensen yang dimakamkan di komplek gereja HKBP di Sigumpar, Kabupaten Toba, menjadi titik kunjungan hari ketiga Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam lawatannya ke Sumatera Utara.

Selain ke makam Nommensen, LaNyalla juga mengunjungi makam Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII di Balige, Toba. “Saya meneladani semangatnya. Eporus Nommensen konsisten mengenalkan pentingnya pendidikan, kesehatan dan ketrampilan. Sedangkan Sisingamangaraja XII, semangatnya melawan penjajahan Belanda,” ungkap LaNyalla, Kamis (17/9/2020) sore.

Dalam kunjungannya ke makam tersebut, LaNyalla diterima Eporus HKBP ke-15, Pdt. Williem TP Simarmata dan Pdt. HKBP Nommensen, Sitorus, serta Bupati Toba Darwin Siagian. Tampak pula hadir sejumlah Kepala Forkompimda Kabupaten Toba. Selain menabur bunga, LaNyalla juga menyerahkan bantuan untuk biaya perawatan makam bersejarah tersebut.

Dalam sambutan penerimaannya, Pdt. Willem TP Simarmata mengatakan, sejak adanya makam ini, baru kali pertama ada pejabat tinggi negara yang berkunjung. Yaitu Ketua dari para Senator Indonesia.

“Semoga Pak LaNyalla memberi inspirasi bagi para pejabat tinggi negara lainnya untuk datang ke sini, karena ini merupakan kehormatan bagi kami,” tukasnya.

Ditambahkan Willem, Nommensen bukan sekadar tokoh agama, tetapi lebih kepada tokoh yang mengangkat harkat dan martabat masyarakat Batak dari keterbelakangan.

“Sejak kedatangan beliau, masyarakat Batak mengenal pendidikan modern, kesehatan modern dan ketrampilan pertukangan modern,” ungkapnya.

Dr. I.L. Nommensen sendiri adalah warga negara Jerman, yang datang ke tanah Batak pada tahun 1862, dan memulai misi sosial serta keagamaan hingga meninggal dan dimakamkan di Sigumpar pada tahun 1918. Kini, namanya digunakan sebagai nama lembaga pendidikan Universitas HKBP Nommensen.

Usai mengunjungi makam Nommensen dan Sisingamangaraja XII, LaNyalla yang didampingi sejumlah Senator, di antaranya Badikenita Sitepu (Sumatera Utara), Fachrul Razi (Aceh), Bustami Zainuddin (Lampung), Wa Ode Rabia Al Adawia (Sulawesi Tenggara) dan Sylviana Murni (DKI Jakarta), menuju rumah dinas Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan, di Tarutung.

Dalam rapat kerja dengan Bupati dan jajaran Forkompinda Taput, LaNyalla meminta Senator asal Sumut dan Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni, yang membidangi urusan Pendidikan, untuk mengawal aspirasi dari masyarakat Taput, untuk dapat memiliki Universitas Negeri. Sehingga anak muda di Taput tidak harus ke Medan untuk berkuliah di Universitas Negeri.

Terkait dengan pengembangan pariwisata Geopark Danau Toba, yang melibatkan beberapa kabupaten, LaNyalla meminta agar para bupati menghilangkan ego sektoral. Tetapi mengutamakan kerjasama yang terpadu, yang dikoordinasi oleh Pemerintah Provinsi Sumut. “Ini terkait dengan perencanaan dan penataan tata ruang dan tata wilayah yang komprehensif,” tukasnya.

Ditambahkan, mengingat keterbatasan dana pemerintah pusat, menyusul kebijakan re-focusing anggaran, LaNyalla mengusulkan agar para bupati memanfaatkan Dana Desa untuk pengembangan potensi-potensi Desa Wisata. Termasuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Saya secara khusus juga meminta para Senator asal Sumatera Utara, untuk meluangkan waktu guna memantau dan melakukan pengawasan kegiatan peningkatan jalan dan rehabilitasi jalan, serta penyelesaian jalan tol Pematang Siantar – Parapat, sebagai bagian dari kepentingan konektivitas antar daerah,” cetus LaNyalla yang diberi marga Sitepu oleh masyarakat Karo.

Terkait wabah Pandemi Covid-19, seperti dalam kunjungan ke Kabupaten Langkat dan Karo serta di PMI Sumut, rombongan DPD RI juga menyerahkan bantuan alat pelindung diri atau APD dari BNPB dan Kementerian Kesehatan RI.

Secara simbolis, LaNyalla menyerahkan kepada Bupati Nikson, 2.000 masker dan 32 dirigen hand sanitizer dari BNPB, juga 2.000 masker, 1.500 alat rapid test serta 500 baju hazmat dari Kemenkes RI.

Dalam ramah tamah malam itu, Bupati Taput, melalui lembaga adat masyarakat Tapanuli Utara juga memberi penghargaan kepada LaNyalla dengan memakaikan pakaian adat lengkap masyarakat Taput. Serta menghadiahkan kain Ulos kepada seluruh Senator yang hadir.

“Semoga dengan pakaian adat Tapanuli Utara ini, Ketua DPD RI yang kami banggakan selalu ingat dengan kami di sini, dan semoga mampu mengawal apa yang menjadi aspirasi masyarakat Tapanuli Utara,” pungkas Bupati Nikson.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini