Langkah Pemerintah Jika RS Wisma Atlet Tak Cukup Tampung Pasien Covid-19

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 18 September 2020 06:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 337 2279695 langkah-pemerintah-jika-rs-wisma-atlet-tak-cukup-tampung-pasien-covid-19-D5je4PbZkQ.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Ketua tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi jika Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran penuh dan tak cukup untuk menampung pasien positif corona.

Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah yakni menjadikan hotel ataupun fasilitas umum sebagai tempat untuk karantina orang-orang yang terinfeksi Covid-19. Pemerintah, kata Wiku, telah menyiapkan beberapa hotel dan fasilitas umum sebagai tempat karantina.

"Bila Wisma Atlet penuh maka bisa diisolasi mandiri di hotel yang ditentukan oleh pemerintah. Bisa juga di fasilitas umum yang disiapkan oleh pemerintah," kata Wiku saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (18/9/2020).

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo juga menyatakan bahwa pihaknya bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan dukungan hotel kelas bintang tiga untuk dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) yang merawat pasien Covid-19, serta untuk tempat isolasi mandiri bagi masyarakat yang tanpa gejala dan gejala ringan.

Adapun langkah tersebut diambil sebagaimana arahan Presiden Joko Widod (Jokowi) guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah. Selain itu, dukungan hotel tersebut juga diberikan mengingat bahwa isolasi mandiri di rumah tidak memungkinkan untuk dilakukan dan kasus klaster keluarga juga mengalami peningkatan.

Baca Juga : Karyawan Positif Covid-19, Pusat Perbelanjaan di Bogor Ditutup

Baca Juga : Respons Satgas Covid-19 soal Viral Pengemudi Tak Pakai Masker saat Berkendara Sendirian

"Bagi tenaga kesehatan, khususnya dokter dan perawat dan juga masyarakat kita yang statusnya positif COVID-19 namun tanpa gejala serta bergejala ringan," kata Doni dalam konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Doni menjelaskan bahwa dukungan hotel untuk isolasi mandiri tersebut akan dilakukan di sembilan provinsi dengan kenaikan kasus positif cukup tinggi pada beberapa pekan terakhir. Adapun, sembilan provinsi tersebut meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua dan Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan bahwa pemanfaatan hotel yang juga terselenggara atas kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tersebut sekaligus guna menunjang kapasitas Rumah Sakit Darurat COVID-19 di tiap-tiap daerah untuk menampung pasien COVID-19.

"Akomodasi hotel ini disiapkan untuk menambah kapasitas di luar Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran dan lain-lain," jelas Menparekraf Wishnutama Kusubandio.

Dalam implementasinya, Kemenparekraf juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna mendukung seluruh kesiapannya seperti tenaga kesehatan, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan dan pemanfaatan hotel tersebut.

"Kemenkes nantinya juga akan menyiapkan tenaga kesehatan untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan di setiap hotel termasuk memonitor pasien yang sedang menjalankan isolasi, termasuk menyediakan sarana dan prasarana pendukung seperti obat, ambulance dan lain-lain," terang Menparekraf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini