Komnas HAM Desak Pelaksanaan Pilkada 2020 Ditunda

Felldy Utama, iNews · Kamis 17 September 2020 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 337 2279437 komnas-ham-desak-pelaksanaan-pilkada-2020-ditunda-KXATogL8Z1.jpeg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta agar pelaksanaan Pilkada serentak 2020 ditunda. Permintaan itu menyusul kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air yang terus melonjak.

Komisioner Komnas HAM Hairansyah mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan agar pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada. Dia menegaskan, permintaan ini bukan semata-mata 'genit' terhadap suatu isu tertentu, melainkan ada dasar hukumnya.

"Komnas HAM sudah membuat rilis dan memberikan rekomendasi untuk dilakukan penundaan pelaksanaan pilkada. Pertama, bukan karena Komnas HAM bergenit-genit sebagaimana disampaikan seorang anggota DPR, tapi lebih kepada karena ada dasar hukumnya," kata Hairansyah dalam diskusi publik yang digelar Komnas HAM secara virtual, Kamis (17/9/2020).

Baca Juga: Jelang Pilkada, Bawaslu Temukan Setengah Juta Pemilih Tak Penuhi Syarat di Jambi

Dia melanjutkan, dasar hukum permintaan penundaan Pilkada itu merujuk pada Perppu Nomor 2 Tahun 2020 yang kemudian menjadi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada.

"(Undang-Undang) itu mensyaratkan mempertimbangkan penundaan karena pandemi dan bisa dilanjutkan kalau ini sudah berakhir. Jadi da syarat undang-undang yang terpenuhi untuk dilakukan penundaan," ujarnya.

Hairansyah mengatakan, selain alasan kesehatan dan dasar hukum yang dimaksud, permintaan penundaan Pilkada 2020 juga berlandaskan atas pengawasan (monitoring) yang telah dilakukan Komnas HAM sejak awal pandemi terhadap berbagai kebijakan pemerintah terkait penanganan Covid-19.

"Pertama, parahnya kemampuan pemerintah dalam mengatasi Covid-19 dalam segi regulasi dan tindakan. Kedua, dalam situasi ini akan ada event yang sangat besar yaitu pilkada di sekian ratus kabupaten/kota dan provinsi yang di dalamnya ada kegiatan yg berpotensi terjadi kerumunan, oadahal salah satu dari 3M yang dianjurkan, yaitu menjaga jarak," pungkasnya.

Baca Juga: Kemendagri Tolak Konser Musik dalam Kampanye Pilkada 2020

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini