Kebakaran Gedung Kejagung, Polri Periksa 131 Saksi dan Ahli

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 17 September 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 337 2279275 kebakaran-gedung-kejagung-polri-periksa-131-saksi-dan-ahli-KyqWxBncgC.jpg Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit saat datangi Kejagung pasca-terbakar (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, penyidik telah melakukan pemeriksaan sebanyak 131 saksi, dan ahli pidana serta kebakaran untuk mengusut kasus kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan.

"Telah dilakukan pemeriksaan terhadap 131 orang dengan menggunakan alat poligraf/uji kebohongan," kata Listyo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2020).

Adapun unsur saksi itu adalah, Pegawai/Jaksa, office boy, cleaning service, pihak keamanan Gedung Kejagung, tukang swasta, teknisi gedung, Bhabinkamtibmas.

 Baca juga: Polri Buru Pembakar Gedung Kejagung 

Kemudian, pemeriksaan ahli kebakaran dilakukan untuk melakukan pengungkapan asal api dengan teori segitiga api dan ahli pidana untuk mendalami adanya unsur kejahatan dari peristiwa tersebut.

 Kejagung

Bareksrim dan Kejagung sendiri tergabung dalam posko bersama dalam pengusutan kasus kebakaran ini. Kedua lembaga itu sepakat bahwa peristiwa itu terdapat dugaan pidana.

 Baca juga: Kabareskrim Pastikan Kebakaran Kejagung Terjadi karena Open Flame

Listyo memastikan, bahwa penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung bukan lantaran hubungan arus pendek, melainkan adanya dugaan Open Flame atau nyala api terbuka.

"Berdasarkan hasil olah TKP Puslabfor bahwa sumber api diduga bukan karena hubungan arus pendek namun diduga karena Open Flame atau nyala api terbuka," ucap Listyo.

 

Saat ini, Bareskrim Polri menyimpulkan bahwa kasus kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung terdapat peristiwa pidana. Sebab itu, penyidik resmi meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan.

Dugaan peristiwa pidana itu juga didapati setelah penyidik melakukan pemeriksaan kepada 131 saksi yang saat ini sudah dilakukan pemeriksaan. Tak hanya itu, Bareskrim juga meminta keterangan ahli pidana dan ahli kebakaran.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini