Selain Rentan Penularan Covid-19, Konser saat Kampanye Tak Efektif Jaring Suara

Kiswondari, Sindonews · Kamis 17 September 2020 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 337 2279203 selain-rentan-penularan-covid-19-konser-saat-kampanye-tak-efektif-jaring-suara-ZblybVq3fP.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengkaji ulang aturan yang membolehkan calon kepala daerah (cakada) menggelar konser musik saat kampanye. Sebab, konser akan memicu kerumunan warga dan hal itu memicu penularan Covid-19.

“KPU perlu melakukan kajian. Pertama bahwa pelaksanaan pilkada 2020 berbeda dengan sebelumnya. Karena pilkada kali ini ada pandemi Covid-19. Nah satu pandemi kan ada anjuran jaga jarak, tidak boleh ada kerumunan. Hal yang bersifat kerumunan berpotensi kepada penularan pandemi Covid-19,” kata Guspardi saat dihubungi wartawan, Kamis (17/9/2020).

Guspardi menjelaskan, konser musik sebenarnya tidak efektif bagi calon cakada untuk mempromosikan dirinya. Pasalnya, dalam Pasal 63 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 10/2020 membatasi jumlah peserta yang hadir paling banyak 100 orang.

“Selain tidak efektif menjaring pemilih, konser biasanya membutuhkan biaya yang besar,” terangnya.

Oleh sebab itu, legislator Dapil Sumatera Barat II ini menyarankan agar pasangan calon kepala daerah, tim pemenangan dan partai politik pengusung mencari model kampanye lain yang lebih inovatif di tengah pandemi.

Baca Juga: Konser saat Kampanye Pilkada Jadi Sorotan, Bawaslu: KPU Masih Bisa Ubah PKPU

“Artinya, bagi paslon rasanya tidak efektif karena berbiaya tinggi, dalam langkah sosialisasi konser ini untuk yang datang supaya kenali paslon kan gitu. Sebenarnya hanya media untuk melakukan pertemuan,” ujar Guspardi

Selain itu, Politikus PAN ini juga mendorong KPU, Bawaslu, partai politik dan pasangan calon kepala daerah untuk membuat kesepakatan bahwa kesehatan harus diutamakan agar tidak memicu terjadinya penularan virus covid -19.

“Antara KPU, partai politik dan paslon untuk ditentukan, membuat kesepakatan agar mengutamakan kesehatan ketimbang membuat konser,” usul anggota Baleg DPR itu.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini