7 Klaster Covid-19 di Indonesia, dari Perkantoran hingga Rumah Makan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 17 September 2020 07:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 337 2279057 7-klaster-covid-19-di-indonesia-dari-perkantoran-hingga-rumah-makan-EQXkgFjsll.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Kasus positif corona (Covid-19) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Data terakhir dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada Rabu, 16 September 2020, jumlah kasus positif corona di Indonesia sudah mencapai angka 228.993.

Penyebaran virus corona di Indonesia kian mengkhawatirkan. Sejumlah ahli kesehatan hingga epidemiolog menduga masih banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) yang berkeliaran. Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Penyebaran virus corona kini terbagi dalam beberapa klaster. Okezone merangkum ada tujuh klaster penyebaran virus corona di Indonesia. Dari tujuh klaster, tiga diantaranya paling disorot karena cukup banyak yang terpapar dari klaster tersebut.

Dari tujuh klaster tersebut, tiga yang disorot oleh pemerintah hingga ahli kesehatan yakni, klaster perkantoran, keluarga, dan permukiman. Berikut rangkuman singkat tujuh klaster penyebaran virus corona di Indonesia.

1. Klaster Perkantoran

Ketua tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengakui bahwa klaster perkantoran saat ini menjadi perhatian masyarakat. Banyak orang yang terpapar karena berada dalam satu ruang kerja yang sama.

"Klaster itu disebut klaster apabila terjadi konsentrasi kasus di suatu tempat, dan klaster yang sekarang sedang marak jadi perhatian masyarakat adalah klaster perkantoran," kata Wiku, Jumat 7 Agustus 2020.

Wiku menjelaskan bahwa munculnya klaster perkantoran dapat berasal dari pemukiman atau bahkan dalam perjalanan menuju kantor.

"Sebenernya orang yang berkantor itu kan asalnya dari rumah, dari pemukiman, jadi pastinya di pemukiman juga pasti ada klaster kalo di kantor ada klaster dan itu mereka bisa tertularnya bisa di tempat perumahannya atau di rumah atau di dalam perjalanannya menuju kantor," tambahnya.

Baca Juga : Banyak Pejabat Daerah Meninggal karena Corona, Ini Arahan Kemendagri

Baca Juga : Update Klaster "Bu Fat", 1 Pasien Meninggal karena Virus Corona

2. Klaster Keluarga

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada dua klaster yang harus menjadi perhatian dalam penanganan Covid-19. Dua klaster itu yakni, perkantoran dan keluarga. Jokowi menyoroti dua klaster tersebut.

"Hati-hati, ini perlu saya sampaikan. Hati-hati yang namanya klaster kantor. Yang kedua, klaster keluarga. Hati-hati,” kata Jokowi.

Dia mengatakan bahwa saat ini pencegahan penularan selalu fokus di tempat-tempat publik. Sementara di tempat-tempat privat juga berpotensi menjadi klaster penularan.

"Karena yang selalu kita kejar-kejar adalah tempat-tempat umum. Tempat-tempat publik. Tapi kita lupa bahwa sekarang kita harus hati-hati di klaster-klaster yang tadi saya sampaikan," ungkapnya.

3. Klaster Permukiman

Prof Wiku Adisasmito meminta agar masyarakat terus waspada terhadap penularan virus corona. Terlebih, bagi masyarakat yang berada di zona merah seperti Jakarta.

Menurut Wiku, ada dua klaster yang menjadi penularan virus corona yakni, permukiman dan perkantoran. Namun, sambungnya, penularan paling tinggi terjadi pada klaster permukiman ketimbang perkantoran.

"Klaster kantor sekarang dilihat juga meningkat. Meskipun, kalau dilihat, klaster kantor dengan permukiman sebenernya lebih tinggi penularannya di klaster permukiman," kata Wiku, 9 Agustus 2020.

Wiku menduga penyebab tingginya penularan virus corona di klaster perkantoran bermula dari permukiman. Dimana, ada pekerja yang positif virus corona tanpa gejala kontak dengan rekan kerjanya, kemudian menimbulkan klaster perkantoran.

"Jadi kalau permukiman itu kan sudah pasti awalnya dari rumah dan sekitarnya, orang juga kan engga bisa di dalam rumah terus, mungkin itu penyebabnya sehingga mereka kontak. Itu yang harus dikendalikan. Kantor juga begitu, belum tentu dia kena di kantor, bisa jadi di jalan atau lingkungn rumahnya," beber Wiku.

4. Klaster Sekolah

Prof Wiku Adisasmito mengaku sempat mendengar adanya laporan klaster Covid-19 di sekolah. Dia menegaskan, bahwa sekolah hanya diperbolehkan di dua zona saja.

"Perlu kami sampaikan bahwa sekolah yang dibuka adalah sekolah-sekolah dari zonasi risiko hijau yaitu tidak ada kasus atau sudah tidak ada kasus baru. Dan juga zona kuning," ungkapnya, Kamis 13 Agustus 2020.

5. Klaster Angkutan

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyoroti klaster penyebaran virus corona di angkutan umum. Doni menilai ada peningkatan penyebaran virus corona di angkutan umum, dalam beberapa waktu belakangan ini, hingga menjadi sebuah klaster.

"Akhir-akhir ini penularan lebih sering terjadi di pasar di tempat kerja bahkan kita telusuri apa penyebabnya khusus (penularan) di tempat kerja. Rata-rata mereka yang terpapar ini lebih banyak menggunakan transportasi umum," ujar Doni, Minggu, 30 Agustus 2020.

6. Klaster Industri

Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah menyebut, dalam satu pekan terakhir, klaster industri menyumbang sebanyak 414 kasus. Jumlah tersebut berdasarkan hasil dari PT LG elektornik, PT Suzuki Indonesia, dan PT NOK, yang berada di kawasan MM210, Cikarang Barat dan Tambun.

"Sebanyak 414 kasus ini merupakan kontribusi dari klaster perusahaan," ujar Alamsyah, Rabu, 2 September 2020.

7. Klaster Rumah Makan

Sebuah rumah makan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Krobokan Kota Semarang, Jawa Tengah. Informasi itu tak hanya menyebutkan nama rumah makan, tetapi juga daftar nama orang yang terpapar virus corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Hakam, membenarkan terdapat rumah makan di Krobokan yang menjadi klaster Covid-19. Meski demikian, pihaknya tidak mengetahui terkait nama rumah makan dan daftar nama orang positif yang tersebar dalam WAG beberapa hari terakhir ini.

"Memang benar ada klaster rumah makan di daerah Kroboan. Sampai saat ini masih dalam penanganan dan penelusuran," kata Hakam, Jumat, 11 September 2020.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini