17 September : Hari Palang Merah Indonesia

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 17 September 2020 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 337 2279047 17-september-hari-palang-merah-indonesia-tejvtYul3e.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Serangkaian peristiwa pernah terjadi pada 17 September dari tahun ke tahun. Terdapat beberapa peristiwa yang kemudian menjadi catatan sejarah untuk Indonesia, bahkan dunia. Peristiwa itu diantaranya pertempuran Belanda dan Inggris di Pulau Jawa, hingga berdirinya Palang Merah Indonesia (PMI).

Berikut ulasan singkat sejumlah peristiwa yang pernah terjadi pada 17 September dari tahun ke tahun :

1. Perang Inggris dan Belanda di Tanah Jawa

Perang antara pasukan Britania Raya (Inggris) dengan Belanda terjadi di seluruh Pulau Jawa pada rentang waktu 1810-1811. Perang tersebut berhasil dimenangkan oleh Inggris. Inggris berhasil merebut Pulau Jawa dari Belanda

Perang tersebut berawal ketika Gubernur Jendral Hindia Belanda, Herman Willem Deandels melakukan penguatan terhadap wilayah Pulau Jawa guna mengantisipasi serangan dari Inggris. Saat itu, Gilbert Elliot pemilik perusahaan Hindia Timur Britania merebut sejumlah pulau.

Bersama pasukannya, Gilbert berangkat ke jawa dan merebut kota pelabuhan Batavia hingga memaksa pihak Belanda menyerah di Semarang.

Letnan Gubernur Jawa yang dilantik, Thomas Stamfors Raffles mengakhiri metode pemerintahan Belanda, membebaskan sistem kepemilikan tanah, dan memperluas perdagangan.

Pada Kongres Wina 1815, kemudian diputuskan bahwa Britania harus mengembalikan Jawa dan kekuasaan Hindia Belanda lainnya kepada Belanda sebagai bagian dari persetujuan yang mengakhiri Perang Napoleon.

2. Palang Merah Indonesia Berdiri

Palang Merah Indonesia (PMI) yabg merupakan organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan didirikan tepat pada 17 September 1945. PMI diketuai pertama kalinya oleh M Hatta yang juga merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873. Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indie (Nerakai) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI.

Baca Juga : Turunkan Masker karena Ngos-ngosan Naik Sepeda, Pria Ini Kena Denda

Baca Juga : Polisi Tangkap Pelaku Mutilasi di Apartemen Kalibata City

Rancangan tersebut kemudian mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkai pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.

Proses pembentukan PMI kemudian dimulai kembali pada 3 September 1945. Saat itu, Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia.

Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI.

3. Perjanjian Damai 'Camp David'

Perjanjian Perdamaian Camp David ditandatangani pada 17 September 1978 di Gedung Putih, Amerika Serikat. Perjanjian ini diselenggarakan untuk 'perdamaian' di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat saat itu, Jimmy Carter memimpin perundingan rahasia yang berlangsung selama 12 hari antara Presiden Mesir Anwar Sadat dan Perdana Menteri Israel Menachem Begin.

Perjanjian Camp David diambil dari nama tempat peristirahatan milik para presiden AS, Camp David, di Frederick County, Maryland. Perjanjian ini juga melahirkan Perjanjian Damai Israel-Mesir pada tahun 1979.

4. Gembong Teroris Noordin Mohammad Top Tewas

Noordin Mohammad Top, sosok yang dikenal sebagai gembong teroris, tewas pada 17 September 2009 di Jebres, Surakarta, Jawa Tengah. Noordin dianggap orang yang paling bertanggung jawab atas serentetan peristiwa teror di Indonesia.

Noordin tewas setelah diterjang oleh peluru panas Densus 88 Polri. Noordin tewas setelah digerebek oleh polisi di sebuah rumah kontrakan di Jebres. Penggerebekan di tempat persembunyian Noordin M Top tersebut berlangsung dramatis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini