Menko Polhukam Pastikan Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Dibawa ke Pengadilan

Riezky Maulana, iNews · Rabu 16 September 2020 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 337 2278949 menko-polhukam-pastikan-kasus-penusukan-syekh-ali-jaber-dibawa-ke-pengadilan-syWiy4J6y6.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan kasus penusukan terhadap penceramah Syekh Ali Jaber akan diproses hingga meja hijau. Mahfud juga menjelaskan tersangka Alpin Ardian sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyebut Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) telah diberikan kepada pihak kejaksaan.

"Peristiwa penusukan secara brutal oleh Alfin terhadap Syekh Ali Jaber, di tingkat polisi sekarang yang bersangkutan sudah jadi tersangka, sudah ditahan, dan SPPD-nya sudah dikirimkan ke kejaksaan. Kita menjamin bahwa Alfin itu akan dibawa ke pengadilan," kata Mahfud dalam video yang dibagikan oleh Kemenko Polhukam, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga:  Alami Penusukan, Syekh Ali Jaber: Saya Harap Umat Tenang

Mahfud menyangkal anggapan dan spekulasi yang berkembang di masyarakat bahwa tersangka Alpin akan dibebaskan dari jerat kasus ini dikarenakan mengalami gangguan jiwa. Pemerintah, kata Mahfud melalui Polri sudah bersikap bahwa pelaku akan terus dibawa ke pengadilan dengan actus reus atau tindakan yang sudah nyata. Ihwal sakit jiwa atau tidak, biarkn nanti hakim di pengadilan yang menentukan.

"Hakim mungkin nanti akan meminta dokter untuk memeriksa. Polisi tidak akan menghentikan karena alasan sakit jiwa, soal itu biar nanti dipengadilan saja advokat yang mendampingi membela apakah ia sakit jiwa atau tidak.” ujarnya.

Mahfud menegaskan, pemerintah ingin agar jangan ada spekulasi lagi yang menyebut pemerintah menutup-tutupi kasus tersebut ksrena prosesnya dilakukan transparan. Hingga saat ini, pemerintah juga menemukan ada pola yang mirip terkait penyerangan ulama, dan dia menduga peristiwa penyerangan diorganisir oleh orang yang sama.

“Presiden tadi pagi juga memerintahkan kepada saya agar BNPT, Polri dan BIN menjejak juga. Selama Tahun 2016, 2017, dan 2018 ada kasus seperti ini selalu modusnya sama. Yaitu katanya sakit jiwa lalu hilang kasusnya. Sekarang diselediki lagi yang dulu-dulu, jangan-jangan diorganisir oleh orang yang sama," katanya.

Baca Juga: Terkait Penusukan Syekh Ali Jaber, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini