Mantan Dirut PT Humpuss Didakwa Suap Bowo Sidik Pangarso

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 16 September 2020 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 337 2278692 mantan-dirut-pt-humpuss-didakwa-suap-bowo-sidik-pangarso-3VcG1nvwNL.jpg Mantan Dirut PT Humpuss Transportasi Kimia, Taufik Agustono (Foto: Sindo)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono didakwa menyuap mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso. Taufik memberikan uang suap itu bersama Manager Marketing PT HTK Asty Winasti. Suap itu berupa uang sebesar 163.733 dolar AS dan Rp 311.022.932 lewat anak buah Bowo, Indung Aryadi.

"Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, memberi atau menjanjikan sesuatu," ujar Jaksa KPK dalam dakwaannya, Rabu (16/9/2020).

Menurut Jaksa, tindakan suap yang dilakukan Taufik dan Asty kepada Bowo yang merupakan pegawai negeri atau penyelenggara dengan maksud supaya Bowo berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya.

Baca Juga: Suap Distribusi Pupuk, KPK Tahan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia 

Suap diberikan kepada Bowo selaku anggota Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan seluruh BUMN di Indonesia untuk membantu PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK) mendapatkan kerjasama pekerjaan pengangkutan dan/atau sewa kapal dengan PT PILOG.

Atas ulahnya,Taufik didakwa Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Diketahui, Taufik ditetapkan sebagai tersangka dari hasil pengembangan perkara kerja sama pengangkutan bidang pelayaran. Kasus tersebut bermula dari kegiatan tangkap tangan (OTT) pada 28 Maret 2019 terhadap anggota DPR periode 2014-2019 Bowo Sidik Pangarso.

Dari hasil OTT, KPK menetapkan tiga orang tersangka , yakni Bowo, Marketing Manager PT HTK Asty Winasti, dan orang kepercayaan Bowo, Indung Andriani. Untuk Bowo divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 4 bulan, Asty Winasti divonis 1,5 tahun penjara ditambah denda Rp50 juta subsider 4 bulan kurungan dan M Indung Andriani divonis 2 tahun penjara ditambah denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini