DPR Minta KCI Sosialisasi Masif Pelarangan Masker Scuba dan Buff di KRL

Kiswondari, Sindonews · Rabu 16 September 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 337 2278653 dpr-minta-kci-sosialisasi-masif-pelarangan-masker-scuba-dan-buff-di-krl-Jadzg1Onz5.jpg Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad menanggapi soal pelarangan penggunaan masker berbahan skuba dan buff di kereta commuter line (KRL) karena berdasarkan penelitian, kedua jenis masker itu tidak terlalu efektif menangkal persebaran Covid-19.

“Jadi, memang menurut hasil penelitian masker scuba atau buff itu untuk bakteri atau virus, ketahanannya lebih rentan kalau menurut penelitian,” kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga:  Tekan Penularan Covid-19, Satgas: Sinergi Antardaerah yang Bersebelahan Perlu Dilakukan

Namun, Dasco mengingatkan kepada PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk melakukan sosialisasi kebijakan ini secara masif ke masyarakat, mengingat banyak masyarakat yang menggunakan kedua jenis masker itu. Sehingga, masyarakat bisa menggunakan jenis masker yang dianjurkan saat menaiki KRL.

“Oleh karena itu, memang alam hal ini sosialisasi di kereta itu paling banyak dan padat. Karena itu, kebijakan yang diambil oleh kereta api dapat dimaklumi tetapi, KCI harus melakukan sosialisasi yang lebih banyak lagi di masyarakat supaya masyarakat mengetahui kalau menaiki kereta api harus menggunakan masker yang bukan masker skuba,” pintanya.

Baca Juga: Masker Scuba Dilarang di KRL, Satgas: Hanya Satu Lapis dan Terlalu Tipis 

Selain itu, politikus Partai Gerindra ini menambahkan, pemerintah juga harus menjamin ketersediaan masker yang dianjurkan di masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan kelangkaan masker.

“Terlebih lagi, pemerintah harus mencari jalan keluar bagaimana kesediaan dan ketersediaan masker di masyarakat,” ujar mantan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR itu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini