KRI Sultan Hasanuddin Selamatkan Imigran Lebanon di Tengah Laut Mediterania

Riezky Maulana, iNews · Selasa 15 September 2020 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 337 2278292 kri-sultan-hasanuddin-selamatkan-imigran-lebanon-di-tengah-laut-mediterania-o4yvAIl9zD.jpg KRI Sultan Hasanuddin selamatkan imigran Lebanon (Foto: Doc TNI/Riezky Maulana)

JAKARTA - Kapal Republik Indonesia (KRI) Sultan Hasanuddin 366 yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Maritime Task Force (MTF) Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-L/UNIFIL berhasil menyelamatkan dan mengevakuasi seorang warga negara Lebanon Senin 14 September 2020. Warga tersebut diduga adalah imigran yang akan melintas perairan Lebanon menuju Cyprus.

Peristiwa tersebut berawal pada pukul 08:00 LT, KRI Hasanuddin sedang melaksanakan on task ke-37 dan menjadi MIO Commander mendapatkan laporan dari unsur MTF kapal perang Turki, TCG Bozcaada F 500 bahwa ada Boat Refugee yang meminta pertolongan di Perairan Mediterania. Ketika itu kapal perang Turki sedang berada di tempat kejadian dan melihat ada penumpang Boat Refugee yang melompat ke laut.

Baca Juga:  Menlu RI Tegaskan Pentingnya Pelindungan Pekerja Migran Bagi Pembangunan Dunia

Orang tersebut berenang menuju kapal perang Turki dan akhirnya langsung mendapat pertolongan dengan dinaikkan ke atas kapal. Selanjutnya didapatkan informasi dari penumpang tersebut, bahwa terdapat 37 penumpang warga negara Lebanon yang berada di dalam boat dan akan menuju ke negara Cyprus.

Ke-37 orang tersebut terdiri dari 21 laki-laki, 10 perempuan, 5 anak-anak. Serta 1 orang telah meninggal dunia.

KRI Sultan Hasanuddin 366 kemudian bergerak menuju lokasi boat refugee guna memberi pertolongan lebih lanjut. Pada pukul 11:58 LT, KRI Sultan Hasanuddin 366 tiba dilokasi.

Ketika kontak visual, seorang perwira jaga KRI Sultan Hasanuddin 366 melihat ada seseorang yang terapung dan meminta pertolongan. Saat meminta pertolongan, kondisinya telah dalam keadaan lemah pada lambung kiri kapal.

Komandan KRI Sultan Hasanuddin 366, Dansatgas Letkol Laut (P) Ludfy langsung memerintahkan untuk melaksanakan "Peran Orang Jatuh Di Laut" dengan menurunkan sekoci. Lantas, korban berhasil di evakuasi ke atas kapal.

Baca Juga:  PBB: Jumlah Migran ke Eropa Berkurang, Jumlah Kematian Meningkat

Hasil pemeriksaan kesehatan dari dokter Satgas, korban selanjutnya dibawa ke Beirut dan diserahkan kepada LAF Navy selaku pemegang otoritas penuh dan representatif Lebanon guna penanganan lebih lanjut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini