Usut Korupsi Lahan RTH Bandung, KPK Gali Keterangan 7 Notaris

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 15 September 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 337 2277993 usut-korupsi-lahan-rth-bandung-kpk-gali-keterangan-7-notaris-BtqLkf9tVc.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandung. Pengusutan kasus ini dilakukan dengan menggali keterangan dari tujuh notaris.

Sebanyak tujuh notaris diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Ketujuh notaris itu yakni, Dudi Wahyudi; Sylvia Kurniawati; Atiek Rusdewanti; Diastuti; Ashadi Hayati; Lely Kustari; serta Mulyadi Siradz. Mereka diperiksa untuk tersangka Dadang Suganda (DS).

Selain notaris, penyidik juga memeriksa empat wiraswasta sebagai saksi yakni, Saefudin; H Pupun Kurnia; Rachmat Wibisana; dan Ahmad Syafii Romli. Dua saksi lainnya yang juga diperiksa yakni, petani bernama Omay Herdiana dan seorang pedagang, Neneng Tuti Saidah.

"Pemeriksaan saksi DS tersebut dilakukan di Kantor Satuan Sabhara Polrestabes Bandung Jl. Jendral Ahmad Yani No.282, Kota Bandung, Jawa Barat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2020).

Belum diketahui apa yang bakal digali penyidik dari para saksi tersebut. Diduga, KPK sedang menelisik konstruksi perkara pengadaan lahan untuk RTH Bandung yang kini menjadi rasuah.

Dadang Suganda sendiri merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung. Dadang diduga makelar tanah yang mendapatkan keuntungan sekira Rp30 miliar dalam proses jual-beli tanah untuk proyek RTH Bandung.

Baca Juga : Dua Warga Sipil Ditembak KKB di Intan Jaya Papua

Baca Juga : PSBB Diperketat, Pedagang Pasar Tanah Abang: Sepi Banget!

Atas perbuatannya, Dadang disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelum Dadang, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Ketiganya yakni, mantan Kadis Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bandung, Herry Nurhayat (NH); serta dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar (TDQ) dan Kadar Slamet (KS).

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini