DPR Yakin Pemerintah Miliki Rencana Alternatif Tangani Covid-19

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 14 September 2020 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 337 2277743 dpr-yakin-pemerintah-miliki-rencana-alternatif-tangani-covid-19-0UFYfVNpop.jpg Wakil Ketua Komisi IX Melki Laka Lena (Foto: DPR.go.id)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Melki Laka Lena mengatakan, pemerintah sudah membuat rencana alternatif dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Kesiapan yang dimiliki pemerintah sangat baik berdasarkan data tentang anggaran dan fasilitas kesehatan yang masih memadai.

“Pemerintah sudah membuat rencana alternatif dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan dan hotel-hotel untuk dijadikan tempat penampungan baru, baik isolasi dan perawatan pasien Covid-19,” katanya kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

Setidaknya ada 10 hingga 15 hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta yang bisa digunakan untuk tempat isolasi pasien Covid-19. Di mana, terdapat kapasitas 1.500 kamar yang mampu menampung 3.000 orang bekerja sama dengan Group Hotel Accor dan Tauzia.

Baca Juga: Menkes Sebut 15 Hotel Berbintang Siap Jadi Tempat Isolasi OTG

Menurut Melki, jaringan hotel yang digandeng pemerintah itu masih bisa ditambah bila memang masih diperlukan khusus wilayah Jakarta hingga 30 hotel. Selain itu, ada fasilitas Balai Kesehatan di Jakarta dan Ciloto dengan kapasitas 653 orang atau 326 kamar.

“Jaringan hotel ini juga siap untuk membantu pemerintah jika memerlukan hotel untuk Isolasi di luar Jakarta,” tuturnya.

Meski, pihaknya mengetahui kalau Kementerian Kesehatan juga mempunyai beberapa Bapelkes di Batam, Semarang dan Makassar yang juga bisa digunakan. Sementara untuk data Rumah Sakit Online per 13 September 2020, DKI masih mampu merawat pasien Covid-19.

Pasien Covid-19 dengan gejala sedang masih terdapat ruang isolasi kosong sebanyak 1.088 tempat tidur dari 4.271 tempat tidur dan akan ditambah 1.022 tempat tidur, sehingga totalnya 5.293 tempat tidur. Sedangkan pasien dengan gejala berat juga terdapat Ruang ICU kosong 115 tempat dari 584 tempat tidur, dan akan ditambah 138 tempat tidur sehingga total 722 tempat tidur.

Baca Juga: Update Corona di Indonesia 14 September 2020: Positif 221.523 Orang, 158.405 Sembuh & 8.841 Meninggal 

Melki menuturkan, ada 16.286 relawan tenaga kesehatan, Nusantara Sehat dan Internsip. Mereka disebar ke rumah sakit Covid dan lab/sarana kesehatan untuk melayani terkait pasien Covid-19 di seluruh Indonesia.

Selain itu, pihaknya mendapatkan informasi kalau Kemenkes masih punya stok hingga akhir Oktober 2020, misalnya osetalmivir cap, hidroksiklorokuin tab, azthromycin tab, favipiravir tab, remdesivir vial.

Sementara terkait pemulihan ekonomi nasional, ditambahkan Melki, untuk Jakarta pemerintah sudah merealisasikan bantuan produktif usaha mikro Rp238 miliar. Subsidi gaji mencapai Rp1,285 triliun, ditambah program Kartu Prakerja sudah terealisasi Rp1,413 triliun, dan belum termasuk biaya pelatihan.

Bantuan sosial berupa sembako juga digelontorkan dengan anggaran Rp1,560 triliun dan bantuan bangan nontunai Rp40.925 miliar. Maka, total redeliver realisasi penyaluran bantuan tersebut untuk Jakarta mencapai Rp4,814 triliun.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia sendiri hingga 14 September 2020 sudah menembus angka 221.523 orang setelah mengalami penambahan kasus positif 3.141 kasus. Sedangkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 3.395 orang. Sehingga total sebanyak 158.405 orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 118 orang, dan totalnya menjadi 8.841 orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini