DPR Menduga Penusuk Syekh Ali Jabber Tidak Memiliki Gangguan Jiwa

Kiswondari, Sindonews · Senin 14 September 2020 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 337 2277484 dpr-menduga-penusuk-syekh-ali-jabber-tidak-memiliki-gangguan-jiwa-lLBjq542p4.jpg Syekh Ali Jaber (Foto : Instagram/official RCTI)

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengaku prihatin atas insiden penusukan terhadap ulama Syekh Ali Jabber yang tengah mengisi acara pengajian salah satu masjid di Bandar Lampung. Dia pun meminta agar dalang atas insiden ini harus segera terungkap, guna menghindari keresahan masyarakat.

“Tindakan penusukan pada Syekh Ali Jabber ini harus diusut tuntas sampai ke dalang-dalangnya. Karena saya melihat ada indikasi ini adalah tindakan untuk memprovokasi masyarakat yang memang sedang dalam kondisi labil akibat pandemi,” kata Sahroni kepada wartawan, Senin (14/9/2020).

 Baca juga: MUI Minta Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Diusut Tuntas

Atas insiden tersebut, sambung Sahroni, Komisi III DPR juga akan meminta keterangan yang lengkap mengenai detail perkara ini kepada Polri. Karena, dalang maupun pelaku dari penusukan ini harus segera terungkap dan dihukum tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Ini kan kita belum dengar seluruhnya dari pihak Polri, karenanya kita akan meminta keterangan lengkap dan kita juga meminta agar para pelaku mendapat hukuman yang tegas atas perbuatannya,” tegasnya.

 Baca juga: Penusukan Syekh Ali Jaber, Keluarga Sebut Alpin Stres dan Gangguan Jiwa Sejak 2016

Politikus Partai Nasdem ini juga tidak sependapat jika pelaku dianggap memiliki gangguan jiwa, insiden kemarin itu sangat berbahaya bagi ulama.

“Informasi awalnya katanya si pelaku sakit jiwa, tapi saya rasa sih enggak, dan ini tentunya berbahaya buat ulama kita,” ucap Sahroni.

Karena itu, legislator asal Tanjung Priok, Jakarta Utara ini memandang, perlunya memberikan perlindungan keamanan atas para tokoh ulama agar kejadian yang sama tidak terulang kembali. Keselamatan ulama itu penting dan menjadi sorotan masyarakat.

“Menurut saya perlu juga pada kepolisian atau TNI untuk memberikan pengamanan pada tokoh alim ulama agar mereka bisa tenang dan terjaga keselamatan jiwanya,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini