Ada 4 Provinsi Tingkat Kematian Akibat Corona di Atas 6 Persen

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 14 September 2020 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 337 2277345 ada-4-provinsi-tingkat-kematian-akibat-corona-di-atas-6-persen-DrGcYqfSUF.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengakui angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia masih lebih tinggi dari rata-rata dunia. Hal itu disebabkan oleh empat provinsi yang menyumbangkan kasus kematian cukup besar yakni berada di atas enam persen.

Hal tersebut dikatakan Jokowi dalam rapat terbatas tentang "Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional" di Istana Merdeka, Jakarta.

"Kalau kita lihat detail tingkat kematian tinggi tersebut disebabkan karena ada empat provinsi yang memiliki tingkat kematian di atas enam persen," ujarnya, Senin (14/9/2020).

Adapun empat provinsi tersebut adalah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemerintah pusat terus memberikan dukungan supaya bisa menurunkan tingkat kematian di sana.

"Jadi data ini perlu detail sehingga informasikan kepada provinsi tersebut dan kemudian kita pemerintah pusat memberikan dukungan penuh di sana sehingga bisa menurunkan tingkat kematian," jelasnya.

Baca Juga : PSBB Jakarta Diperketat, Ojol Dilarang Angkut Penumpang Bila Langgar Aturan Ini

Baca Juga : Pemkot Bogor Siapkan Langkah Antisipasi Dampak PSBB Jakarta

Jokowi pun mengimbau jajarannya untuk terus bekerja keras menurunkan angka kematian. Ia pun mengakui bahwa saat ini tingkat kematian di Tanah Air masih lebih tinggi dari rata-rata global.

"Pemerintah harus terus bekerja keras untuk menurunkan anka kematian. Rata-rata kematian di Indonesia memang terus menurun dari 4,49 di bulan lalu menjadi 3,99 persen, meski angka ini leih tinggi dari rata-rata kematian dunia yang mencapai 3,18 persen. Tapi memang angka ini 3,99 ini mengalami penurunan dibanding angka seminggu lalu yang berada di 4,02 persen," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini