Kronologi Relawan yang Sudah Disuntik Vaksin Tapi Terpapar Corona

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 12 September 2020 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 12 337 2276681 kronologi-relawan-yang-sudah-disuntik-vaksin-tapi-terpapar-corona-l6L4nZ9sAu.jpg Ilustrasi (Foto : RFI)

JAKARTA - Salah seorang relawan yang mengikuti penelitian uji vaksin virus corona di Bandung, terpapar Covid-19. Relawan tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab, padahal, ia sebelumnya telah disuntik vaksin.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Kusnandi Rusmil menjelaskan ihwal relawan sudah mendapat vaksinasi Covid-19, tapi masih terpapar virus corona.

"Kronologi pada relawan tersebut, setelah mendapatkan 'suntikan' (tidak diketahui vaksin atau plasebo) pertama pada kegiatan penelitian vaksin covid-19, bepergian ke luar kota," kata Kusnandi melalui keterangan resminya, Sabtu (12/9/2020).

Dijelaskannya, relawan tersebut sudah menjalani suntik vaksin pertama, kemudian bepergian ke luar kota. Lantas, relawan itu kembali disuntik vaksin kedua, dan dinyatakan dalam keadaan sehat. Selanjutnya ikut swab tes dan hasilnya ternyata positif Covid-19.

"Relawan menjalani program pemeriksaan swab nasofaring dari Dinkes karena ada riwayat ke luar kota. Oleh petugas dilakukan pengambilan bahan dari apus hidung dan kemudian dikirimkan ke laboratorium BSL2 (Dinas Kesehatan) dengan hasil positif. Hasil yang positif tersebut harus disampaikan kepada yang bersangkutan," bebernya.

Baca Juga : Satgas Covid-19: Sejumlah Rumah Sakit Sudah Melebihi Kapasitas

Menurut Kusnandi, orang dengan hasil apus hidung positif, dilakukan isolasi mandiri dan terdapat program pemantauan secara ketat setiap harinya. Selama 9 hari, kondisi relawan terpantau dalam keadaan baik.

"Kesimpulan, hasil pemeriksaan apus hidung positif bukan berasal dari tim penelitian tapi hasil dari program pemeriksaan swab nasofaring oleh pemerintah dan perlu dilanjutkan dengan pengawasan ketat," ujarnya.

"Dan selama sembilan hari pengawasan kondisi yang bersangkutan dalam keadaan baik," imbuhnya.

Kusnandi memberikan catatan bahwa, dalam uji klinis vaksin Covid-19 dibagi dalam dua kelompok. Dua kelompok itu yakni, ada yang mendapat plasebo, dan ada yang mendapat vaksin.

"Uji klinis ini dilakukan dengan prinsip observer blind/tersamar, sehingga tidak diketahui mana yang dapat plasebo dan mana yang dapat vaksin," katanya.

Oleh karenanya, Kusnandi mengingatkan agar semua sukarelawan tetap wajib menerapkan protokol pencegahan yang sudah dianjurkan pemerintah. Di mana, pada vaksin yang disuntik kekebalan diharapkan terbentuk paling cepat dua minggu pasca suntikan kedua.

"Sukarelawan uji klinik masih akan dipantau kesehatannya selama 6 bulan pasca suntikan terakhir. Uji klinis ini masih panjang jalannya, agar kita bersama-sama dapat menjaga privasi dari sukarelawan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini