Mengenang 1 Tahun Wafatnya BJ Habibie

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 11 September 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 337 2276361 mengenang-1-tahun-wafatnya-bj-habibie-q82GUaGQbS.jpg BJ Habibie (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal dunia tepat satu tahun lalu pada 11 September 2019. Presiden ke-3 Republik Indonesia (RI) itu wafat di umur 83 tahun.

Mengenang setahun kepergiannya, sejumlah pemikiran dan prestasi yang ditorehkan BJ Habibie patut dikenang agar dapat dijadikan pembelajaran.

Segudang posisi penting di pemerintahan pernah diembannya, dari menteri hingga orang nomor dua di negeri ini. BJ Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 RI menggantikan Try Sutrisno. Lalu, ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 21 Mei 1998.

Dari sekian banyak presiden RI, ia merupakan satu-satunya presiden yang berasal dari etnis Gorontalo, Sulawesi dari garis keturunan ayahnya yang berasal dari Kabila, Gorontalo dan etnis Jawa dari ibunya yang berasal dari Yogyakarta.

Baca Juga: 6 Fakta Prosesi Pemakaman BJ Habibie

Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. Pada 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden ke-2 RI Soeharto.

Gebrakan Habibie saat menjabat Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) diawalinya dengan keinginannya untuk mengimplementasikan "Visi Indonesia". Menurut Habibie, lompatan-lompatan Indonesia dalam "Visi Indonesia" bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya pula dalam industri strategis yang dikelola oleh PT IPTN, Pindad dan PT PAL.

Targetnya, Indonesia sebagai negara agraris dapat melompat langsung menjadi negara Industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak karya-karyanya BJ Habibie, seperti pesawat yang dikenal pesawat Gatotkaca N-250 dan Pesawat R80.

Pesawat Gatotkaca N-250 melakukan penerbangan perdana pada 10 Agustus 1995 yang membuat Indonesia tercatat mampu membuat pesawatnya sendiri. Di luar negeri, BJ Habibie juga menorehkan berbagai prestasi, ia dipercaya melakukan proyek berskala internasional di luar negeri.

Di antaranya Habibie pernah terlibat dalam proyek desain serta konstruksi pesawat terbang seperti Fokker F 28, Transall C-130, Hansa Jet 320, Air Bus A-300, pesawat transport DO-31, CN-235, serta CN-250.

Pendidikan akademik Habibie terbilang gemilang, di mana dirinya pernah menuntut ilmu di Sekolah Menengah Atas Kristen Dago. Kemudian, belajar tentang keilmuan teknik mesin di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung (ITB) pada 1954.

Baca Juga:  21 Kata-Kata BJ Habibie yang Bisa Dijadikan Pelajaran Hidup

Pada 1955–1965, Habibie melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar Diplom Ingenieur (insinyur) pada 1960 dan gelar doktor insinyur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini