Pandemi Covid-19, Jokowi: Harus Dihadapi dengan Cara Extraordinary!

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 11 September 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 11 337 2276114 pandemi-covid-19-jokowi-harus-dihadapi-dengan-cara-extraordinary-uUPE2UZOzP.jpeg Presiden Joko Widodo (Foto : Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengingatkan tantangan yang dihadapi Indonesia akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Ia mengakui tantangan ini membuat bangsa Indonesia sangat kesulitan.

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri orasi ilmiah dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-63 Universitas Padjadjaran secara daring atau online pada Jumat, (11/9/2020).

"Saat ini kita sedang menghadapi tantangan sangat berat, sangat berat. Pandemi Covid-19 telah membawa kita dalam suasana yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Presiden Jokowi dalam acara tersebut yang disiarkan langsung dalam YouTube Universitas Padjadjaran.

Tak hanya Indonesia, Jokowi mengatakan, sebanyak 215 negara di dunia juga mengalami kondisi serupa. Kondisi di mana harus menghadapi persoalan kesehatan dan ekonomi secara bersamaan. Semua negara terbata-bata menghadapi situasi tersebut lantaran tidak siap.

Karena itu perosalan pandemi ini harus dihadapi bukan dengan cara-cara yang biasa melainkan luar biasa atau extraordinary. "Permasalahan yang ekstraordinary ini harus dihadapi dengan cara-cara extraordinary. Tantangan yang extraordinary harus dihadapi dengan extraordinary juga," ujarnya.

Ia juga mengatakan semua pihak harus merubah cara pandang, budaya kerja, cara kerja dalam kehidupan sehari-hari. Sebab pandemi telah banyak merubah standar kehidupan di masyarakat.

"Kita harus jaga jarak, pakai masker, bahkan pakai face shield, kita harus kerja dari rumah, kuliah dari rumah, dan bersilaturahmi secara virtual, dan semua yang dulu dianggap tidak wajar sekarang ini menjadi keharusan," ungkapnya.

Mantan Gubernur DKI itu juga mengingatkan bahwa, perubahan-perubahan tersebut mengharuskan untuk dilakukan penyesuaian diri secara cepat, termasuk didunia pendidikan khususnya perkuliahan.

"Sekarang inilah kita memperkenalkan standar normalitas baru. Dosen yang baik adalah dosen yang memfasilitasi mahasiswanya belajar pada siapa saja, melalui media apa saja, dan dilakukan kapan saja," tuturnya.

"Perguruan tinggi yang baik adalah perguruan tinggi yang membangun ekosistem merdeka belajar dan memanfaatkan materi dan media belajar yang terbuka luas," sambungnya.

Baca Juga : Jokowi: Negara Maju dan Berkembang Tak Siap Hadapi Corona!

Baca Juga : Polri Akan Berikan Sanksi ke Anggotanya yang Tak Netral di Pilkada 2020

Menurut Jokowi, setiap universitas harus bisa segera menyesuaikan dengan kondisi standar normalitas baru dan dirumuskan dalam kebijakan di kampus.

"Seperti kebijakan tentang QPA dosen, program prioritas perguruan tinggi dan kebijakan alokasi anggaran, kebijakan infrastrukturnya, termasuk berbagai SOP baru yang harus dirumuskan.

Demikian pula hanya dibidang penelitian dan pengabdian ke masyarakat berbagai standar normalitas baru harus dirumuskan," ungkap Jokowi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini