Bareskrim Limpahkan Tahap II 3 Tersangka Kasus Perbudakan di Kapal China

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 10 September 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 337 2275778 bareskrim-limpahkan-tahap-ii-3-tersangka-kasus-perbudakan-di-kapal-china-rRINMSooXQ.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri telah merampungkan berkas perkara penyidikan kasus dugaan perbudakan terhadap Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal China Kapal Long Xing 629.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengungkapkan pelimpahan tahap II perkara itu dilakukan untuk tiga tersangka yakni, William Gozaly, Joni Kasiyanto dan Ki Agus Muhammad Firdaus.

"Perkara Longxing 629 berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) pada hari Rabu tanggal 9 September 2020 dan telah dilakukan Tahap II pada hari Kamis tanggal 10 September 2020," kata Ferdy kepada Okezone, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Dalam perkara ini, Bareskrim menetapkan enam orang tersangka. Polisi pun membagi Laporan Polisi (LP) menjadi tiga bagian untuk menjerat tiga tersangka dari perusahaan, PT. APJ, PT. SMG dan PT. LPB.

Sementara itu, tiga orang tersangka lainnya, yakni Zakaria selaku mantan Direktur PT. SMG telah dilakukan tahap I. Sementara dua tersangka Muamar Khadafi selaku Direktur PT. LPB dan Solahudin selaku Bagian Keuangan PT. LPB juga telah pelimpahan tahap I.

"Rencana P21 pada bulan Oktober nanti," ujar Ferdy.

Sekadar diketahui, ketiga tersangka, William Gozaly, Joni Kasiyanto dan Ki Agus Muhammad Firdaus. Memiliki peran yang berbeda-beda dalam perkara ini.

Untuk tersangka William Gozaly berperan sebagai melakukan pendaftaran para ABK, memproses keberangkatan dan melaporkan proses perekrutan.

Baca Juga : Mendagri Minta Cakada Tanda Tangani Pakta Integritas Taat Protokol Kesehatan

Baca Juga : Polisi Tetapkan 3 Tersangka Perbudakan di Kapal China

Kemudian, tersangka Ki Agus Muhammad Firdaus berperan sebagai mengirim ABK untuk mengikuti pelatihan dasar dan menjelaskan soal maksud dan tujuan dari perjanjian kerjasama laut (PKL) atau kontrak kerja.

Lalu, Joni Kasiyanto bertugas sebagai perekrut ABK, menyiapkan tempat penampung dan memberangkatkan ABK ke Busan, Korea Selatan.

Sebagaimana diberitakan, ke-14 ABK WNI yang pulang ke Tanah Air, pada Jumat 8 Mei 2020. Mereka adalah awak kapal penangkap ikan berbendera China, Long Xin 629 yang tiba di Busan, Korea Selatan dengan kapal penangkap ikan Tiongkok, Tian Yu 8 pada bulan lalu.

Mereka melaporkan telah menerima perlakuan tidak manusiawi dan diskriminasi selama bekerja di kapal Long Xin 629.

Seorang awak kapal WNI lain yang tiba bersama mereka di Busan telah meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di kota itu. Penyebab kematian ABK WNI, yang diketahui berinisial E, dikarenakan penyakit pneumonia, yang diduga berkaitan dengan kondisi hidup dan kerja di atas kapal tersebut.

Selama berada di Busan, para ABK WNI menjalani karantina selama 14 hari dan dimintai keterangan mengenai kondisi mereka saat bekerja di kapal Long Xin 629 oleh aparat penegak hukum Korea Selatan untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini