Bareskrim Limpahkan Berkas Penyidikan Kasus Dugaan TPPO Karaoke Venesia

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 10 September 2020 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 337 2275723 bareskrim-limpahkan-berkas-penyidikan-kasus-dugaan-tppo-karaoke-venesia-If9mqysuBF.jpg Bareskrim Polri gerebek karaoke dan spa di Tangsel. (Foto : Dok Polri)

JAKARTA – Bareskrim Polri melimpahkan berkas penyidikan atau tahap I terkait kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Karaoke Eksekutif Venesia BSD ke Kejaksaan Agung.

"Sudah dikirim berkas perkara ke jaksa," kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes John Weynart Hutagalung saat dihubungi, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Dalam perkara ini, Bareskrim Polri resmi menetapkan enam orang tersangka terkait kasus tersebut. Enam orang yang ditetapkan tersangka itu terdiri atas tiga orang yang diduga muncikari dan tiga lainnya merupakan pihak manajemen perusahaan.

Atas perbuatannya, para tersangka itu dijerat Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Petugas Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri bersama Pomdam Jaya menggerebek Venesia BSD pada Rabu 19 Agustus 2020. Tempat ini diduga menjalankan praktik prostitusi berkedok karaoke.

Dalam penggerebekan itu 7 orang muncikari ditangkap. Selain itu, juga diamankan general manager, operational manager, supervisor, dan 3 kasir. Polisi juga membawa 47 perempuan yang dipekerjakan di tempat itu untuk dimintai keterangan.

Baca Juga : Kecolongan soal Venesia Karaoke, Pemkot Tangsel Klaim Telah Lakukan Pengawasan

Dalam penyelidikan diketahui tempat karaoke ini menyediakan layanan seksual dengan tarif Rp1,1 juta hingga Rp1,3 juta. Para perempuan penghibur berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Baca Juga : Bareskrim Polri Kebut Pemberkasan Kasus TPPO di Venesia BSD

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini