Usut Korupsi Lahan RTH, KPK Korek Keterangan Mantan Sekda Bandung

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 10 September 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 337 2275403 usut-korupsi-lahan-rth-kpk-korek-keterangan-mantan-sekda-bandung-fAtCZpSThr.jpg ilustrasi: Okezone

JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkab pemeriksaan terhadap mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi, pada hari ini. Edi diperiksa sebagai saksi untuk mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Bandung.

Penyidik rencananya bakal memeriksa Edi Siswadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bandung, Jawa Barat. Selain Edi, ada tiga saksi lagi yang juga akan diperiksa di Lapas Sukamiskin. Ketiganya yakni, mantan DPKAD Pemkot Bandung, Herry Nurhayat; san dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung, Kadar Slamet serta Tomton Dabbul Qomar.

"Pemeriksaan saksi DS (Dadang Suganda) di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin Jl. A.H. Nasution No.114 Kec. Arcamanik Kota Bandung Jawa Barat," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Kamis (10/9/2020).

Serangkaian pemeriksaan saksi terkait perkara ini juga dilakukan penyidik KPK di Kantor Satuan Sabhara Polrestabes Bandung. Ada enam saksi yang bakal diperiksa di Polrestabes Bandung. Keenamnya yakni, Sunarsih; Kasaman Robert Siregar; Wawa Alfarabi Sastrakusumah; Raden Untung; Rd Iis Siti Aisah; serta Raden Kusdiman. "Mereka juga akan dimintai keterangannya untuk tersangka DS," pungkasnya.

Dalam perkara ini, Dadang Suganda merupakan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung. Dadang diduga makelar tanah yang mendapatkan keuntungan sekira Rp30 miliar dalam proses jual-beli tanah untuk proyek RTH Bandung.

Atas perbuatannya, Dadang disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelum Dadang, KPK telah lebih dulu menetapkan tiga tersangka dalam perkara ini. Ketiganya yakni, mantan Kadis Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Bandung, Herry Nurhayat (NH); serta dua mantan Anggota DPRD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar (TDQ) dan Kadar Slamet (KS).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini