Terdakwa Suap Alih Fungsi Hutan Suheri Terta Divonis Bebas, Ini Tanggapan KPK

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 09 September 2020 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 337 2275082 terdakwa-suap-alih-fungsi-hutan-suheri-terta-divonis-bebas-ini-tanggapan-kpk-MM9ZtMP71V.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto : Okezone.com/Muhamad Rizky)

JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru memvonis bebas terdakwa Legal Manager PT Duta Palma Suheri Terta dugaan korupsi alih fungsi lahan Provinsi Riau tahun 2014 yang menjerat mantan Gubernur Riau Annas Maamun.

Menanggapi itu, Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, menyebut, sejak awal penyidikan hingga adanya barang bukti, pihaknya yakin terdakwa Suheri Terta terlibat kasus tersebut.

"Dari awal proses penyidikan, KPK yakin dengan alat bukti yang kami miliki dan selama proses persidangan juga dapat dibuktikan semua uraian perbuatan terdakwa," ujar Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2020).

Bahkan kata Ali, dakwaan KPK terhadap terdakwa Suheri Terta diperkuat vonis terhadap terdakwa Annas Maamun yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Riau.

"Terlebih dalam putusan MA atas nama terpidana Annas Ma'mun telah terbukti adanya penerimaan sejumlah uang antara lain dari PT Duta Palma," ungkap Ali.

Namun, KPK akan mendiskusikan kembali untuk mengambil langkah selanjutnya terkait vonis bebas tersebut.

"Kami masih menyatakan sikap pikir-pikir atas putusan tersebut, dan selanjutnya akan mengambil sikap langkah hukum setelah mempelajari salinan lengkap putusan majelis hakim. Kami berharap pengadilan segera mengirimkan salinan putusan tersebut," tuturnya.

Diketahui, jaksa penuntut KPK menuntut Suheri Terta 4 tahun pidana denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam tuntutannya jaksa menyebut Suheri Terta terbukti bersalah memberikan uang dalam bentuk mata uang Singapura sebesar Rp 3 miliar dari janji Rp 8 miliar kepada Anaas Maamun melalui Gulat Medali Emas Manurung.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini